NAMA : MAFTUHIN
NIM : 120210302047
KELAS : B
REVOLUSI
AMERIKA
Kedatangan
Revolusi
Revolusi
Amerika ialah suatu peristiwa yang menjadi ciri dari permulaan suatu zaman
revolusi dunia.
Dalam revolusinya, banyak suatu revolusi politik
daripada penumbangan suatu susunan sosial. Kondisi politik sebelum Revolusi Amerika dilatarbelakangi oleh
perang perancis dan Indian, perang ini Prancis dan Inggris memperebutkan daerah kekuasaan di Amerika
utara. perang dimenagkan oleh pihak Inggris tetapi Inggris mengalami
pembengkakan utang yang besar akibat perang ini,. untuk menutup biaya perang
itu, Inggris mengeluarkan sejumlah peraturan bagi koloninya. berbagai pajak dan
bea dikenakan bagi barang dan perdagangan di koloni Inggris.
Revolusi
Amerika dipimpin oleh kaum ningrat Wing yang mencari kebebasan dari
tekanan-tekanan politik dan ekonomis yang dipaksakan oleh pemerintah Inggris.
Revolusi Amerika tidak menghadapkan kelas terhadap kelas dan menolak untuk
menyesuaikan diri dengan pola marxisme. Revolusi ini diselengarakan tanpa
perebutan kekuasaan oleh kaum extremis, tanpa beralih kepada pemerintahan
diktator.
Revolusi Amerika adalah akibat dari
kegagalan kerajaan Inggris dalam mempertemukan tuntutan tentang keamanan
kerajaan dengan tindakan memberikan pemerintahan sendiri yang dapat dianggap
layak karena kematanagnnya tanah jajahan dan dengan taraf pengambilan bagian
dalam menentukan putusan-putusan mengenai kerajaan yang mungkin diberikan oleh
suatu pemerintahan yang lebih bijaksana. Kondisi ekonomi sebelum Revolusi Amerika ialah pada saat itu aturan
pajak, bea cukai, impor dan ekspor dan produk-produk sandang dan pangan di
kuasai oleh Inggris. Perusahaan-perusahaan dagang yang
besar seperti British East India Company dan Hurdson’s Bay Company telah
mengambil kekuasaan pemerintahan di daerah-daerah yang mereka kuasai. George
Grenville, mentri keuangan, yakin tanah-tanah jajahan akan tunduk kepada
kepentingan kerajaan dan ia bertekad untuk menciptakan suatu sistem kerajaan
baru guna memerintah sekaligus daerah-daerah yang baru didapat dan jajahan yang
lebih tua. Tantangan terhadap pembesar-pembesar Inggris menghendaki pandangan
luas, pengertian, dan malahan keberanian. Dihubungkan dengan Jacobitisme dan
dengan percobaan-percobaan untuk menundukkan Putera Mahkota yang Tua dan Putera
Mahkota yang Muda diatas tahta, yang pertama dalam tahun 1715, dan yang
kemudian dalam tahun 1745. George III (1738-1820) naik tahta dalam tahun 1760,
sama sekali tidak menaruh simpati terhadap sistem kepartaian.
Sedangkan George III, ia bertekad untuk
menjaga supaya Majelis Rendah tidak akan berhasil menegakkan haknya untuk
mengangkat dan memperhentikan menteri. Sistem “rotten-borough” (daerah-daerah
yangtidak memiliki hak pilih) telah memberikan kepada kaum ningrat dan
tuan-tuan tanah suatu kekuasaan yang melebihi proporsi pengaruhnya. Penipuan
mengenai tanah dianggap sebab daripada kegelisahan orang-orang Indian. pada
waktu William Petty, Earl of Shelburne (1738-1805), dari daerah-daerah yang
baru dimiliki Shelburne mengusulkan dibentuk tiga propinsi baru, yaitu: Quebec,
Florida Timur, dan Florida Barat. Proklamasi tahun 1763 ini garis demokrasi
tidak dimaksudkan sebagai rintanagn tahap untuk ekspansi ke sebelah barat.
Hasil dari perjanjian pada tahun 1768 oleh Sttuart dan Johnson, tanah-tanah
barat garis Appalica dibeli dari orang Indian.
Memenangkan
Revolusi
Klebihan-kelebihan
ini untuk sebagian dirintangi oleh kenyataan bahwa kaum Patriot berjuang ditanahnya
sendiri. George Washington memperlihatkan sifat-sifat pemimpin yang tak ada
bandingannya, dan lain-lain perwira seperti Arnold dan Greene memperlihatkan
kecakapan-kecakapan militer yang luar biasa. Kaum patriot tidak memiliki suatu sayap angkatan laut
yang efektif untuk mencegah orang-orang inggris memblokir pelabuhan-pelabuhan
Amerika. Sesudah kekalahan Washington di daerah New York. Germain yakin bahwa
pemberontakan-pemberontakan tidak akan berhadapan dengan pasukan-pasukan raja.
Perwira-perwira pada umumnya tidak mempunyai kecakapan yang tinggi atau kemauan
yang untuk merebut inisiatif. Pada tahun
1772 Samual Adams membentuk komite Hubungan yang menghubungkan seluruh kaum
Patriot di ketiga belas koloni dan membentuk kerangka bagi pemerintah pemberontak,
disusul oleh pembuatan Kongres Provinsi yaitu pemerintahan dalam tiap koloni
dan tahun 1774 perwakilan kongres tiap koloni membentuk Kongres Kontinental yang
bertindak sebagai pemerintahan nasional sementara. Pada April 1775 Jenderal
Gage dari pemerintah Inggris memerintahkan pasukannya menuju Concord, Militer
kolonial yang telah diberitahukan sebelumnya oleh kaum patriot Boston
mengenai hal ini , mereka langsung menghadangnya di Lexington. Pertempuran
pecah namun pasukan Inggris tetap bisa melanjutkan perjalanan ke Concord.
Pada 23 Agustus 1775, Raja
Inggris, George III menyatakan koloni Amerika sebagai pemberontak dan harus
ditumpas. Namun Amerika dapat kembali memenangkan pertempuran di Saratoga, 17
Oktober 1777. Jenderal John Burgoyne dari Inggris menyerah kepada Jenderal
Horatio Gates dari Amerika di Saratoga. Inilah titik balik kemenangan Amerika. Kemenangan
ini membuat Perancis bersedia membantu Amerika untuk mengalahkan Inggris dalam
maksud membalas kekalahannya di Perang Prancis dan Indian. Pada tanggal 19 Oktober
1871, gabungan pasukan Prancis dan Amerika berhasil mengalahkan pasukan
Inggris dibawah Jenderal Cornwallis di Yorktown, Virginia. Perng ini berlangsung selama 6
tahun , dan diakhiri dengan Traktat Paris pada 3 September 1783. Dalam Traktat
ini Inggris mengakui kemerdekaan koloni Inggris di Amerika dan menerima klaim
Kongres atas tanah tempat tinggal orang Indian yang berada di antara Pegunungan
Appalachian dan Sungai Mississippi.
Akibat-akibat
Demokratis dari Revolusi
Revolusi merupakan puncak
dari gerakan politik kea rah kemerdekaan untuk lepas dari Inggris. Dimana suatu
bentuk bahan epublik dapat bekerja dengan efektif dan dengan demikian melancaentuk
pukulan yang hebat terhadap system monarki. Dan juga menjadi suatu ciri pertama
dalam sejarah bahwa suatu golongan besar masyarakat telah membentuk
pemerintahan sendiri.
Seancara keseluruhan,
sebelas dari tigabelas Negara-negara bagian telah menyusun undang-undangnya
sendiri. Kecuali Rhode dan Connecticut yang melanjutkan piagam lamannya. Lain halnya
dengan Massachusetts dimana diadakan konvensi yang hasilnya disampaiakn pada
rakyat tahun 1780 untuk diratifikasi, undang-undang baru itu buahtangan kongres
atau konvensi-konvensi revolusioner. Sifat dari undang-undang dasar Negara-negara
bagian ini adalah adanya system perundanagn dua kamar (Bicameral), badan
eksekutif yang lemah dalam Sembilan Negara bagian gubernur tidak diberikan hak
veto, suatu badan kehakiman yang diangkat yang memegang jabatan berdasarkan
kelakuan yang baik. Namun revolusi gagal untuk menghapuskan dasar hak-milik
sebagai syarat memegang jabatan dan memberikan suara.
Adapun pengaruh revolusi
terhadap keadaan social, adaya pembatasan raja yang dikeluarkan oleh raja
terhadap pemilikan tanah di daerah barat menjadi tidak berlaku, denhgan
memberikan tanah tanah-tanah itu dengan percuma sebgai hadiah untuk jasajasa
militer dalam revolusi. Sisa-siasa feodalisme, seperti adanya uang sewa yang
dahulu dikumpulkan oleh Mahkota atau oleh pemilik-pemilik colonial, dihapuskan.
Dasar-dasar pemilihan tanah pun di hapuskan. Pewarisan tanah untuk anak
laki_laki di daerahNew York dan daerah selatan dihapuskan. Selain itu juga
adanya penyitaan-penyitaan yang terdorong oleh keinginan untuk mendirikan suatu
system adanay petani-petani kecil yang memiliki tanah. Oleh karena itu dalam
hal-hal pencintaan lebih banyak berarti penggabungan dari pada penggabungan
kembali. Tetapi coraknya campur-campur.
Zaman revolusi telah
mencetuskan kekuatan-kekuatan prikemanusiaan yang kuat. Ia membantu gerakan
kearah toleransi agama di Amerika dan menuju kea rah penghapusan gereja
Anglikan disemu tanah jajahan dimana ia telah disokong dengan pajak, Juga
membawa perubahan dalam system penjara. Revolusi juga memungkinkan di adakannya
dasar baru untuk bantuan pendidikan dari Negara-negara bagian dan mendorong
aliran-aliran sekuler dan demokratis.
Akhirnya, semangat
persamaaan dari zaman revolusioner ini dicerminkan juga dalam sikap orang-orang
Amerika terhadap budak-budak belian. Sesudahnya Revolusi, perdagangan budak
belian dilarang ataupun dikenakan pajak yang tinggi di sebelas Negara bagian.
Di Massaachusetts dan New Hampshire perbudakan dihapuskan, dan system
emansipasi yang berangsur-angsur dilaksanakan dinegara-negara bagian lainya di
Utara. Dimana pembebasan budak-budak belian secara hokum atau melalui
surat-surat warisan.
Mungkin untung sekali
bahwa golongan liberal yang optimis diseltan tidak dapat membayangkan
perubahan-perubahan teknik yang akan mengikat system perbudakan itu kepada cara
hidup mereka dan yang akan mencegah pelaksanaan sepenuhnya secara
berangsur-angsur dari cita-cita persamaan yang oleh generasi Revolusioner telah
diucapkan secara bijaksana itu.






0 komentar:
Posting Komentar