Senin, 02 Juni 2014


NAMA : MAFTUHIN
NIM : 120210302047
KELAS : B

REVOLUSI AMERIKA

Kedatangan Revolusi
            Revolusi Amerika ialah suatu peristiwa yang menjadi ciri dari permulaan suatu zaman revolusi dunia. Dalam revolusinya, banyak suatu revolusi politik daripada penumbangan suatu susunan sosial. Kondisi politik sebelum Revolusi Amerika dilatarbelakangi oleh perang perancis dan Indian, perang ini Prancis dan Inggris memperebutkan daerah kekuasaan di Amerika utara. perang dimenagkan oleh pihak Inggris tetapi Inggris mengalami pembengkakan utang yang besar akibat perang ini,. untuk menutup biaya perang itu, Inggris mengeluarkan sejumlah peraturan bagi koloninya. berbagai pajak dan bea dikenakan bagi barang dan perdagangan di koloni Inggris. Revolusi Amerika dipimpin oleh kaum ningrat Wing yang mencari kebebasan dari tekanan-tekanan politik dan ekonomis yang dipaksakan oleh pemerintah Inggris. Revolusi Amerika tidak menghadapkan kelas terhadap kelas dan menolak untuk menyesuaikan diri dengan pola marxisme. Revolusi ini diselengarakan tanpa perebutan kekuasaan oleh kaum extremis, tanpa beralih kepada pemerintahan diktator.
         Revolusi Amerika adalah akibat dari kegagalan kerajaan Inggris dalam mempertemukan tuntutan tentang keamanan kerajaan dengan tindakan memberikan pemerintahan sendiri yang dapat dianggap layak karena kematanagnnya tanah jajahan dan dengan taraf pengambilan bagian dalam menentukan putusan-putusan mengenai kerajaan yang mungkin diberikan oleh suatu pemerintahan yang lebih bijaksana. Kondisi ekonomi sebelum Revolusi Amerika ialah  pada saat itu aturan pajak, bea cukai, impor dan ekspor dan produk-produk sandang dan pangan di kuasai oleh Inggris. Perusahaan-perusahaan dagang yang besar seperti British East India Company dan Hurdson’s Bay Company telah mengambil kekuasaan pemerintahan di daerah-daerah yang mereka kuasai. George Grenville, mentri keuangan, yakin tanah-tanah jajahan akan tunduk kepada kepentingan kerajaan dan ia bertekad untuk menciptakan suatu sistem kerajaan baru guna memerintah sekaligus daerah-daerah yang baru didapat dan jajahan yang lebih tua. Tantangan terhadap pembesar-pembesar Inggris menghendaki pandangan luas, pengertian, dan malahan keberanian. Dihubungkan dengan Jacobitisme dan dengan percobaan-percobaan untuk menundukkan Putera Mahkota yang Tua dan Putera Mahkota yang Muda diatas tahta, yang pertama dalam tahun 1715, dan yang kemudian dalam tahun 1745. George III (1738-1820) naik tahta dalam tahun 1760, sama sekali tidak menaruh simpati terhadap sistem kepartaian.
 Sedangkan George III, ia bertekad untuk menjaga supaya Majelis Rendah tidak akan berhasil menegakkan haknya untuk mengangkat dan memperhentikan menteri. Sistem “rotten-borough” (daerah-daerah yangtidak memiliki hak pilih) telah memberikan kepada kaum ningrat dan tuan-tuan tanah suatu kekuasaan yang melebihi proporsi pengaruhnya. Penipuan mengenai tanah dianggap sebab daripada kegelisahan orang-orang Indian. pada waktu William Petty, Earl of Shelburne (1738-1805), dari daerah-daerah yang baru dimiliki Shelburne mengusulkan dibentuk tiga propinsi baru, yaitu: Quebec, Florida Timur, dan Florida Barat. Proklamasi tahun 1763 ini garis demokrasi tidak dimaksudkan sebagai rintanagn tahap untuk ekspansi ke sebelah barat. Hasil dari perjanjian pada tahun 1768 oleh Sttuart dan Johnson, tanah-tanah barat garis Appalica dibeli dari orang Indian.

Memenangkan Revolusi
            Klebihan-kelebihan ini untuk sebagian dirintangi oleh kenyataan bahwa kaum Patriot berjuang ditanahnya sendiri. George Washington memperlihatkan sifat-sifat pemimpin yang tak ada bandingannya, dan lain-lain perwira seperti Arnold dan Greene memperlihatkan kecakapan-kecakapan militer yang luar biasa. Kaum patriot tidak memiliki suatu sayap angkatan laut yang efektif untuk mencegah orang-orang inggris memblokir pelabuhan-pelabuhan Amerika. Sesudah kekalahan Washington di daerah New York. Germain yakin bahwa pemberontakan-pemberontakan tidak akan berhadapan dengan pasukan-pasukan raja. Perwira-perwira pada umumnya tidak mempunyai kecakapan yang tinggi atau kemauan yang untuk merebut inisiatif. Pada tahun 1772 Samual Adams membentuk komite Hubungan yang menghubungkan seluruh kaum Patriot di ketiga belas koloni dan membentuk kerangka bagi pemerintah pemberontak, disusul oleh pembuatan Kongres Provinsi yaitu pemerintahan dalam tiap koloni dan tahun 1774 perwakilan kongres tiap koloni membentuk Kongres Kontinental yang bertindak sebagai pemerintahan nasional sementara. Pada April 1775 Jenderal Gage dari pemerintah Inggris memerintahkan pasukannya menuju Concord, Militer kolonial yang telah diberitahukan sebelumnya oleh kaum patriot Boston  mengenai hal ini , mereka langsung menghadangnya di Lexington. Pertempuran pecah namun pasukan Inggris tetap bisa melanjutkan perjalanan ke Concord.
            Pada 23 Agustus 1775, Raja Inggris, George III menyatakan koloni Amerika sebagai pemberontak dan harus ditumpas. Namun Amerika dapat kembali memenangkan pertempuran di Saratoga, 17 Oktober 1777. Jenderal John Burgoyne dari Inggris menyerah kepada Jenderal Horatio Gates dari Amerika di Saratoga. Inilah titik balik kemenangan Amerika. Kemenangan ini membuat Perancis bersedia membantu Amerika untuk mengalahkan Inggris dalam maksud membalas kekalahannya di Perang Prancis dan Indian. Pada tanggal 19 Oktober 1871,  gabungan pasukan Prancis dan Amerika berhasil mengalahkan pasukan Inggris dibawah Jenderal Cornwallis di Yorktown, Virginia. Perng ini berlangsung selama 6 tahun , dan diakhiri dengan Traktat Paris pada 3 September 1783. Dalam Traktat ini Inggris mengakui kemerdekaan koloni Inggris di Amerika dan menerima klaim Kongres atas tanah tempat tinggal orang Indian yang berada di antara Pegunungan Appalachian dan Sungai Mississippi.

Akibat-akibat Demokratis dari Revolusi
            Revolusi merupakan puncak dari gerakan politik kea rah kemerdekaan untuk lepas dari Inggris. Dimana suatu bentuk bahan epublik dapat bekerja dengan efektif dan dengan demikian melancaentuk pukulan yang hebat terhadap system monarki. Dan juga menjadi suatu ciri pertama dalam sejarah bahwa suatu golongan besar masyarakat telah membentuk pemerintahan sendiri.
            Seancara keseluruhan, sebelas dari tigabelas Negara-negara bagian telah menyusun undang-undangnya sendiri. Kecuali Rhode dan Connecticut yang melanjutkan piagam lamannya. Lain halnya dengan Massachusetts dimana diadakan konvensi yang hasilnya disampaiakn pada rakyat tahun 1780 untuk diratifikasi, undang-undang baru itu buahtangan kongres atau konvensi-konvensi revolusioner. Sifat dari undang-undang dasar Negara-negara bagian ini adalah adanya system perundanagn dua kamar (Bicameral), badan eksekutif yang lemah dalam Sembilan Negara bagian gubernur tidak diberikan hak veto, suatu badan kehakiman yang diangkat yang memegang jabatan berdasarkan kelakuan yang baik. Namun revolusi gagal untuk menghapuskan dasar hak-milik sebagai syarat memegang jabatan dan memberikan suara.
            Adapun pengaruh revolusi terhadap keadaan social, adaya pembatasan raja yang dikeluarkan oleh raja terhadap pemilikan tanah di daerah barat menjadi tidak berlaku, denhgan memberikan tanah tanah-tanah itu dengan percuma sebgai hadiah untuk jasajasa militer dalam revolusi. Sisa-siasa feodalisme, seperti adanya uang sewa yang dahulu dikumpulkan oleh Mahkota atau oleh pemilik-pemilik colonial, dihapuskan. Dasar-dasar pemilihan tanah pun di hapuskan. Pewarisan tanah untuk anak laki_laki di daerahNew York dan daerah selatan dihapuskan. Selain itu juga adanya penyitaan-penyitaan yang terdorong oleh keinginan untuk mendirikan suatu system adanay petani-petani kecil yang memiliki tanah. Oleh karena itu dalam hal-hal pencintaan lebih banyak berarti penggabungan dari pada penggabungan kembali. Tetapi coraknya campur-campur.
            Zaman revolusi telah mencetuskan kekuatan-kekuatan prikemanusiaan yang kuat. Ia membantu gerakan kearah toleransi agama di Amerika dan menuju kea rah penghapusan gereja Anglikan disemu tanah jajahan dimana ia telah disokong dengan pajak, Juga membawa perubahan dalam system penjara. Revolusi juga memungkinkan di adakannya dasar baru untuk bantuan pendidikan dari Negara-negara bagian dan mendorong aliran-aliran sekuler dan demokratis.
            Akhirnya, semangat persamaaan dari zaman revolusioner ini dicerminkan juga dalam sikap orang-orang Amerika terhadap budak-budak belian. Sesudahnya Revolusi, perdagangan budak belian dilarang ataupun dikenakan pajak yang tinggi di sebelas Negara bagian. Di Massaachusetts dan New Hampshire perbudakan dihapuskan, dan system emansipasi yang berangsur-angsur dilaksanakan dinegara-negara bagian lainya di Utara. Dimana pembebasan budak-budak belian secara hokum atau melalui surat-surat warisan.
            Mungkin untung sekali bahwa golongan liberal yang optimis diseltan tidak dapat membayangkan perubahan-perubahan teknik yang akan mengikat system perbudakan itu kepada cara hidup mereka dan yang akan mencegah pelaksanaan sepenuhnya secara berangsur-angsur dari cita-cita persamaan yang oleh generasi Revolusioner telah diucapkan secara bijaksana itu.

0 komentar:

Posting Komentar