TUGAS RESUM SEJARAH AMERIKA
NAMA:
MAFTUHIN
NIM:
120210302047
KELAS
: (B)
1. Peradaban Kuno Bangsa Indian.
Menurut para ahli, bangsa yang
mengembangkan peradaban tua benua Amerika berasal dari daratan Siberia di Rusia
yang menyeberang melalui Selat Bering ketika saat itu masih sempit pada kira-kira 20.000 - 50.000 tahun lalu. Berdasarkan tenuan-temuan arkeologis diperkirakan bahwa mereka
berasal dari berbagai suku bangsa. Yang pertama datang adalah bangsa Amurian yang
memiliki ukuran tubuh lebih pendek dibandingkan dengan orang Eropa.
Kemudian disusul oleh bangsa yang memiliki ras Mongolia yang datang pada kira-kira awal
abad Masehi. Dari percampuran kedua
bangsa tersebut melahirkan bangsa Indian Amerika
(American Indians) yang disebut juga bangsa Amerind.
Bangsa
Amerind adalah bangsa nomaden yang kemudian menyebar
ke seluruh peloksok
benua Amerika dari utara, tengah dan selatan. Kehidupan sehari-hari mereka adalah berburu
binatang-binatang kecil, menangkap ikan dan mengumpulkan buah-buahan liar. Ketika bangsa
Eropa tiba di benua ini
pada abad 15 mereka masih hidup pada zaman neolitikum. Berdasarkan
temuan arkeologis diperkirakan bahwa
sejak tahun 2500 SM bangsa ini telah menanam jagung,
kacang, kentang, tomat, coklat dan tembakau yang
merupakan tanaman agraris mereka.
Diperkirakan
bahwa tanaman-tanaman yang kita kenal sekarang adalah
berasal dari
mereka.
Di Meksiko Tengah bangsa Amerind membangun chinampas atau kebun mengambang.
Melalui cara chinampas, tanah subur yang digali dari danau
ditempatkan di alas yang terbuat dari ranting-ranting, dan di atasnya
ditanami biji-bijian. Sistem ini sangat produktif
sehingga bisa dipanen tiga kali setahun. Diperkirakan bahwa dengan semakin
meningkatnya produksi pertanian maka berpengaruh juga dengan tingkat kelahiran sehingga jumlah penduduk yang tinggal di
kawasan ini semakin
meningkat.
Akhirnya,
melalui perjalanan
waktu
bangsa-bangsa
ini menyebar dan membentuk peradabannya sendiri sehingga menjadi berbeda antara yang
satu dengan yang lainnya.
Pada kira-kira 2000 tahun silam terdapat peradaban tua yang telah
maju di benua Amerika, yaitu peradaban Mesoamerika yang meliputi peradaban
Olmec, Maya, Teotihuacan dan Toltec. Oleh para para ahli peradaban ini disebut Mesoamerika karena terletak di tengah benua Amerika dan
dataran tinggi
Yucatan; peradaban Aztec di dataran tinggi
Mexico dan peradaban
Inca di
Amerika Selatan. Hasil peradaban mereka bisa disejajarkan dengan peradaban
lembah Sungai Indus, Sungai Kuning, Sungai Nil dan peradaan Mesopotamia, Eufrat
dan Tigris.
1.
Olmec
Berdasarkan temuan arkeologis, peradaban Olmec berkembang sejak
1500 SM sampai 300 M. Para pendukung
peradaban ini diperkirakan berpusat
di
sekitar kota San Lorenzo sekarang di Amerika Tengah. Penduduknya tinggal berkelompok di bangunan-bangun dari batu
besar. Mereka dipimpin oleh golongan elit secara turun-temurun. Bangsa ini telah mengenal
bentuk tulisan. Diperkirakan peradaban ini mengalami kehancuran akibat serangan bangsa yang
datang dari arah utara.
Bangunan piramida besar yang
tingginya sekitar 30 M yang dibangun bangsa Olmec
berfungsi sebagai tempat upacara persembahan pada dewa mereka. Bangunan ini dikelilingi oleh ladang pertanian yang luas yang diperkirakan untuk mendukung buruh-buruh yang membangun monumen tersebut. Kemampuan bangsa ini adalah membangun patung batu yang halus yang
berfungsi
sebagai
bagian dari
kepercayaan mereka.
2.
Peradaban
Maya di Amerika Tengah
Berdasarkan temuan arkeologis, bangsa ini berasal dari daerah sebelah utara
kemudian menetap dan mengembangkan peradabannya di Semenanjung Yucatan, Amerika Tengah.
Peradaban mereka berpusat pada kehidupan agraris. Mereka menanam jagung, kacang, merica
dan
beberapa biji-bijian serta
buah-buahan. Mereka juga memelihara kalkun serta anjing, serta
menangkap ikan di sepanjang pantai yang dilakukan oleh pria. Mereka juga memintal kapas untuk
tekstil yang dijual
ke tempat
lainnya. Jadi, selain pertanian,
perdagangan merupakan
kegiatan utama. Mereka menjual barang dagangannya yang dibawanya langsung pada pembeli
yang jaraknya sangat jauh
di kawasan Amerika Tengah.
Organaisasi sosial ditandai dengan berkuasanya golongan elit yang kaya yang
juga
melakukan kegiatan
dagang. Golongan
elit
juga
berfungsi
sebagai pemimpin
upacara
ritual dalam kepercayaan
mereka. Mereka juga termasuk
golongan
terdidik
yang memiliki
hak istimewa
mempelajari ilmu pengetahuan. Di luar golongan itu adalah para petani dan budak yang
dimiliki oleh golongan
elit.
Bangsa Maya telah mengembangkan sistem tulisan yang mirip hieroglyp yang memiliki850 karakrter. Tulisan ini digunakan untuk mencatat urutan-urutan peristiwa, kegiatan
upacara agama, ilmu perbintangan atau astronomi yang
ditulis pada kulit pohon dan kulit rusa. Tulisan yang
mereka kembangkan berfungsi juga sebagai sejarah yang mencatat kelahiran perkawinan, peperangan dan kematian raja-raja Maya. Dengan berkembahgnya tulisan maka
ilmu pengetahuanpun mengelami perkembangan pula. Bangsa
ini telah mengenal kalender dengan tahunnya berjumlah
18 bulan yang tiap bulannya adalah
20 hari,
dan satu bulan yang berjumlah 5 hari sehingga
jumlah hari pertahun adalah
365
hari. Mereka juga telah
mengembangkan matematika, menggunakan sistem bar (+5)
dan dot (atau titik = 1). Bentuk matamatika
yang dikembangkannya
didasarkan atas vigesimal (20) daripada sistem desimal. Selain itu, astronomi
juga merupakan
salah
satu
ilmu
yang mereka kembangkan.
3.
Peradaban
Teolihuacan dan Tolte di Amerika Tengah
Peradaban Teotihuacan
yang didukuhg oleh sekitar 200.000 penduduk
bermukim di lembah-lembah Meksiko tengah. Mereka mengembangkan peradaban dagang berpusat di
Teoticuacan. Kota ini juga berfungsi sebagai pusat
agama yang mengundang pejiarah dari kawasan Amerika Tengah. Di pusat kota dibangun piramida bulan dan matahari.
Piramida
matahari yang terbuat dari bata merah dan dilapis dengan batu memiliki panjang
700 kaki dan tinggi 200 kaki. Piamida bulan juga dibanggun dengan konstruksi
yang hampir sama namun dengan ukuran yang lebih kecil. Pada kuil yang lebih kecil, penduduk dan pendatang melakukan pemujaan pada dewa hujan dan dewa ular, yang mereka
sebut Quetzalcoatl. Makanan pokok penduduk
adalah
jagung.
Peradaban Teotihuacan jatuh pada tahun
700 M akibat serbuan bangsa barbar. Pada dua
ratus tahun kemudian terjadi persaingan antar berbagai suku bangsa yang memasuki kawasan ini yang
menyebabkan berakhirnya zaman keemasan Mesoamerika. Di antara bangsa yang
bersaing, bangsa Toltec adalah yang paling
kuat dan kemudian membentuk pemerintahan konferderasi dengan mendasarkan pada peradaban
pendahulunya.
Raja Toliptzin (980-1000 M) yang
bergelar Quetzalcoatl atau pemimpin agama memperluas hegemoninya
atas seluruh Mexico
bagian tengah dan membangun ibukota
di Tula. Sepeninggamya raja ini Tula direbut oleh bangsa barbar Chichimec tahun 1224 M. Kemudian
bangsa Chichimec ditaklukkan oleh bangsa Aztec sebagai bangsa yang gemar
perang. Bangsa Aztec menciptakan peradaban
terakhir
di Meksiko sebelum datangnya bangsa-bangsa Eropa.
4.
Peradaban
Aztec
Setelah merebut kekuasaan dari bangsa
Chichimec, bangsa
Aztec mendirikan ibukota di Tenochitiliin. Dengan mengadopsi budaya Toltec, bangsa Aztec
meluaskan wilayahnya hingga menguasai seluruh daratan Meksiko serta menguasai beberapa bangsa taklukkan. Ibukota Aztek berkembang
pesat sebagai pusat dagang. Dengan pesatnya perdagangan kelas pedagangpun tumbuh
dengan pesat
seningga membentuk lapisan tersendiri. Mereka menjual
barang-barang
mewah seperti katun, koka, kulit dan perhiasan emas. Kaisarnya yang
terkenal adalah Montezuma II (1502-1520 M) dianggap oleh sejarawan memiliki lambang-lambang
kebesaran dibandingkan raja-raja Eropa pada periode yang sama.
Bangsa Aztek adalah bangsa yang gemar perang. Bagi mereka perang
merupakan bagian
dari budaya sehari-hari serta
bagian dari sistem kepercayaannya, Mereka menyembah banyak
dewa (politheis). Huitzilopochtli adalah dewa
matahari
yang paling besar. Mereka percaya bahwa matahari adalah sumber
kehidupan dan
harus terus
dipelihara agar terus
beredar
di
orbitnya dan berputar, terbit dan tenggelam. Untuk itu diperlukan pelumas yang murni yaitu darah manusia. Mereka yakin bahwa
pengorbanan manusia
merupakan tugas suci dan wajib dilakukan agar dewa matahan tetap memberikan kemakmuran bagi manusia. Upacara pengorbanan dilakukan di altar di puncak piramida dengan cara mengambil jantung korban oleh pendeta-pendeta. Upacara pengorbanan manusia juga dilakukan secara niassal dengan membunuh banyak
korban.
Ada tiga hipotesis
yang dilakukan
para antropolog
mengenai alasan
pengorbanan manusia, disarnping alasan untuk pengorbanan pada dewa. Pertama, pengorbanan manusia
dilakukan untuk mengurangi jumlah penduduk
terutama sejak jumlah tawanan perang
meningkat dengan
pesat
dibanding dengan tingkat
kelahiran. Kedua, adalah untuk
memberikan
rakyat
mayat-mayat yang
telah dikorbankan sebagai sumber protein dan vitamin. Hipotesis ini sangat
lemah sebab bangsa Aztek menghasilkan banyak tumbuhan jagung dan kacang-kacangan dan
tomat, serta memelihara artjing, ayam dan kalkun. Ketiga, yang
lebih rasional, adalah untuk
menakut-nakuli para pembangkang dan pemberontak agar mereka tidak melakukan perlawanan
terhadap kekuasaan raja. Para
tawanan perang
banyak yang
dijadikan korban dalam lumlah besar
untuk dewa matahari. Orang-orang yang
bersalah juga menjadi sasaran untuk jadi korban seperti
jendral yang
gagal dalam memimpin perang, para koruptor, hakim yang keliru membuat keputusan serta
pejabat
negara
yang berbut salah,
termasuk orang yang
memasuki daerah terlarang di istana raja. Raja Montezutna II
pernah mengorbankan sejumlah 5100 korban dalam
upacara peringatan
ken;iikan tahtanya.
Ada tiga hipotesis
yang dilakukan
para antropolog
mengenai alasan
pengorbanan manusia, disarnping alasan untuk pengorbanan pada dewa. Pertama, pengorbanan manusia
dilakukan untuk mengurangi jumlah penduduk
terutama sejak jumlah tawanan perang
meningkat dengan
pesat
dibanding dengan tingkat
kelahiran. Kedua, adalah untuk
memberikan
rakyat
mayat-mayat yang
telah dikorbankan sebagai sumber protein dan vitamin. Hipotesis ini sangat
lemah sebab bangsa Aztek menghasilkan banyak tumbuhan jagung dan kacang-kacangan dan
tomat, serta memelihara artjing, ayam dan kalkun. Ketiga, yang
lebih rasional, adalah untuk
menakut-nakuli para pembangkang dan pemberontak agar mereka tidak melakukan perlawanan
terhadap kekuasaan raja. Para
tawanan perang
banyak yang
dijadikan korban dalam lumlah besar
untuk dewa matahari. Orang-orang yang
bersalah juga menjadi sasaran untuk jadi korban seperti
jendral yang
gagal dalam memimpin perang, para koruptor, hakim yang keliru membuat keputusan serta
pejabat
negara
yang berbut salah,
termasuk orang yang
memasuki daerah terlarang di istana raja. Raja Montezutna II
pernah mengorbankan sejumlah 5100 korban dalam
upacara peringatan
ken;iikan tahtanya.
a.
Strativikasi
Sosial Bangsa Aztec
Pada awal migrasi ke Meksiko tidak terdapat pelapisan atau Stratifikasi sosial karena semua golongan adalah miskin.
Tidak
diketahui dengan pasti latarbelakang timbulnya
Stratifikasi sosial ini. Menurut lagenda
Aztec, masyarakat dibagi ke dalam beberapa golongan.
Golongan peitama adalah keluarga raja
dengan puncak pimpinan
adalah kaisar. Kaisar dibantu oleh golongan bangsawan atau pejabat kekaisaran yang
bertindak seperti golongan feodal Eropa pada zaman pertengahan. Para pangeran atau bangsawan disebut techutli. Dibawah golongan
bangsawan adalah golongan para tentara atau prajurit. Golongan ini mendapatkan
kedudukan istimewa dalam negara karena merekalah yang
mampu menangkap tawanan untuk dijadikan
budak atau korban untuk dewa. Bila mereka gagal melakukan tugas mereka akan dijadikan buruh
atau bahkan dijadikan
korban
untuk dewa.
Kelas dibawah
prajurit
adalah
warga biasa yang disebut maceuatli atau
pekerja.
Golongan ini berfungsi sebagai petani, tentara rendahan serta buruh
untuk membangun kuil,
jalan jembatan dan lain-lain. Dibawah mereka adalah golongan pekerja yang tidak memiliki
tanah atau disebut thalmaitl Golongan ini memiliki hak kewarganegaraan dan lebih tinggi dari
budak. Golongan paling bawah adalah budak atau disebut tlatocotin. Golongan ini juga memiliki
hak-hak tertentu, yang berbeda dengan golongan budak di Eropa. Mereka diperbolehkan
menyembah dewa dan memiliki tanah
atas kemampuan sendiri.
Semua golongan masyarakat menyembah dewa yang sama Huitzilopochtli dan dewa-
dewa laiiinya tetapi dengan
kuil
yang berbeda-beda, Upacara
pengorbanan dipimpin oleh pendeta yang sering
juga berfungfsi sebagai dukun yang meramalkan nasib seseorang pada masa
yang akan datang.
Pergantian
raja tidak dilakukan menurut hierarld
atau keturunan melainkan
berdasarkan pemilihan. Walau anak tertua menjadi prioritas untuk dipilih,
aspek ketrampilan dan
kecakapan merupakan dasar
Pemilihan raja.
b.
Seni
bangunan Aztec
Bangsa Aztec memiliki seni bangun (arsitektur) yang
amat tinggi. Ketika bangsa Spanyol
datang ke k;ota Tenochtitlan (sekarang Mexico City) mereka menyaksikan sendiri kemajuan
yztng telah dicapai bangsa ini. Di kota Tenichititlan terdapat bangunan-bangunan yang
memiliki nilai arsitektur amat tinggi seperti aquaduc (bangunan air), empat jaringan jalan raya menuju
kota, jalan-jalan lebar serta kanal yang
melintasi kota serta jembatan di atasnya. Bangunan-
bangunan itu dibangun dengan menggunakan teknologi tinggi menurut ukuran zaman
itu.
Di tengah pusat kota dibangun kuil besar
sebagai pusat persembahan terhadap dewa
Huitzilopochtli. Tinggi bangunan itu 30 M, terdiri dari tiga tingkat yang masing-masing tingkat memiliki 120
anak
tangga.
Dibangunnya jalan-jalan serta
kanal-kanal yang lebar
adalah untuk memudahkan lalu lintas orang dan barang dagangan. Mereka memperjualbelikan kalkun, bebek, ayam, kelinci dan rusa. Hasil pertanian yang diolah di ladang-ladang pertanian adalah alpukat, kacang
merah dan
jagung. Mereka
juga
membuat kerajinan dari emas
dan
perak untuk perhiasan. Dari
kegiatan
dagang dan jenis barang dagangan yang diperjualbelikan serta sarana penunjang yang dibangunnya para ahli berkesimpulan
bahwa bangsa
Aztec memiliki peradaban tinggi.
5.
Peradaban
Inca di Peru
Peradaban Inca berkembang di sepanjang belahan barat Amerika Selatan terutama di Peru. Seperti halnya bangsa Aztec, bangsa Inca adalah bangsa yang memiliki watak miiiter
sehingga perluasan
wilayah imperium dilakukan dengan
cara peperangan.
Inti peradaban bangsa Inca adalah pertanian yang berkembang
antara tahun 600-1000 M. Mereku membuat sistem terasering
untuk menahan longsor dan irigasi untuk menahan banjir. Untuk
mengolah tanah mereka menggunakan bajak yang
tebuat dari perunggu Tanaman yang
ditanam adalah kacang-kacangan, jagung, merica, tomat, kentang putih. Hasil pertanian bukan
hanya untuk memenuhi konsumsi petani melainkan juga untuk memberi makan tentara
dalam jumlah besar, golongan birokrat dan ribuan buruh pabrik. Minuman khas
mereka adalah chicha yaitu
semacam
bir
yang dibuat dari jagung.
Bangsa Inca adalah bangsa imperialis yang
menaklukkan dan menguasai bangsa-bangsa tetangganya dengan kekuatan
miiiter. Dengan demikian pemerintahannya imperium militeristis.
Ketika raja Pachacuti Inca (1438-1471
M) dan anaknya Topa Inca (1471
-1493)
berkuasa, wilayah Inca diperluas dengan menaklukkan bangsa-bangsa sekitaraya yang berdiam di Equador,
Colombia dan Chile, Berbeda dengan bangsa Aztec yang mengontrol ' rakyat jajahan dengan teror bangsa Inca melakukannya dengan penyatuan imperium. Raja mereka
memaksa
penduduknya dan bangsa yang ditaklulckannya menggunakan bahasa nasional Quechwa
(diucapkan keshwa) serta menyembah dewa negara yaitu dewa
matahari. Dalam menjalankan pemenntahan imperium pemimpin lokal dilibatkan
dalam birokrasi pusat pemenntahan imperium melalui kebijaksaaan
kolonisasi yang disebut
mitima. Untuk
mempertahankan
kesatuan imperium mereka membangun jalan-jalan lebar yang menghubungakan pusat pemenntahan dengan derah-daerah yang
ditaklukkannya. Jalan-jalan tersebut akan memudahkan lalu lintas tentara
untuk memadamkan pemberontakan atau juga untuk memudahkan lalu lintas penduduk dari satu tempat ke tempat lain. Dapat disimpulkna bahwa dalam menjalankan sistem pemerintahan bangsa Inca
lebih maju dibandingkan dengan bangsa Aztec
dan
bangsa Mesoamerika.
Walaupun dalam bidang matematika dan astronomi tidak unggul dibandingkan bangsaAztec dan Mesoamerika bangsa
Inca memiliki keunggulan di
bidang sent bangun, seperti halnya dalam pembuatan tekstil dan keramik. Pembangunan benteng-benteng pertahanan dan
jalan-jalan raya yang
lebar menunjukkan bahwa mereka telah memiliki kemampuan yang tinggi
dalam mengatur jalannya pemerintahan. Raja tinggal di istana yang indah yang dibangun dengan
batu utuh atau monoilith yang diukir. Dalam menjalankan pemerintahannya raja bersifat "sosialis". Hasil surplus pertanian daerah subur didistribusikan ke daerah yang kekurangan. Di
bidang sosial Raja sangat menaruh perhatian pada aspek perkawinan. Laki-laki atau perempuan yang
sudah dewasa dan belum memiliki pasangan dipilihkan orang lain, lalu dikawinkan dalam upacara umum.
Dalam aspek
religi bangsa Inca percaya pada dewa matahari.
Raja-raja
mereka dipercaya memiliki hubungan genealogis atau
asal usul keturunan dengan matahari. Hanya
tidal:
diketahui dengan pasti apakah
bangsa Inca juga melakukan
upacara
pengorbanan
manusia seperti bangsa Aztec.






0 komentar:
Posting Komentar