AMERIKA
SERIKAT DALAM PERANG DUNIA I DAN PERANG DUNIA II
Disusun
guna untuk memenuhi tugas matakuliah Sejarah Amerika
Oleh:
Maftuhin
120210302047
Kelas : B
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH
JURUSAN
PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2014
KATA PENEGENTAR
Puji syukur kami
panjatkan atas rahmat Allah SWT karena atas rahmat-Nya semata, penulisan
makalah dengan judul “AmerikadalamPerangDunia I danPerangDunia II” dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Dengan
terselesaikannya penulisan makalah ini penulis menyampaikan terima kasih kapada semua pihak yang membantu dalam
penyelesaian makalah ini. Kami juga mohon maaf apabila dalam penulisan makalah
ini terdapat kesalahan dalam penulisannya. Kami selaku penulis juga berharap
semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pihak terutama akivitas Akademika di
Universitas Jember.
Jember, 29
April 2014
Penulis
Kata Pengantar…………………………………………………………………ii
Daftar
Isi……………………………………………………………………….iii
BAB 1.
PENDAHULUAN…………………………………………………….1
1.1
LatarBelaikang…………………………………………………………1
1.2
RumusanMasalah………………………………………………………2
1.3
Tujuan……………………………………………………………..........2
BAB 2.
PEMBAHASAN……………………………………………………...3
2.1 PolitikIsolasiAmerikaSerikat…………………………………………3
2.2 Doktrin
Monroe……………………………………….………………..4
2.3 AmerikadalamPerangDunia I……………….……………………….6
2.4 AkhirPerangDunia I…………...……………………………………...8
2.5 LatarbelakangPenyebabAmerikaterlibatPerangDunia
II….……….9
2.6 Proses jalanyaPerangDunia
II………………………………………..11
2.7 DampakPerangDunia II BagiAmerika………………………………14
BAB 3. PENUTUP…………………………………………………………....18
3.1 Simpulan……………………………………………………………….18
3.2 Saran…………………………………………………………………...19
DAFTAR
PUSTAKA…………………………………………………………20
iii
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1
Latar
belakang
Di dunia ini perang besar pernah
terjadi beberapa kali dan ada dua yang termasuk tingkat perang dunia. Perang
Dunia I terjadi tahun 1914-1918, sementara yang kedua terjadi pada 1939-1945.
Kedua perang tersebut melibatkan sebuah negara yang kini merupakan satu-satunya
negara superpower setelah runtuhnya Uni Sovyet, yaitu Amerika Serikat.
Amerika menjadi negara yang
menentukan setiap kemenangan pihak sekutu dalam Perang Dunia I. Seusai
perang dunia I banyak hal yang terjadi terhadap negara-negara didunia. salah
satunya Amerika, terjadi perubahan-perubahan keadaan baik dari segi politik,
ekonomi,maupun sosial.tahun-tahun permulaan setelah perang selesai merupakan
tahun yang berat bagi amerika.hal ini menimbulkan masalah-masalah baru di dalam
negeri amerika,baik masalah yang timbul dari dalam maupun dari luar.berbagai
macam perundingan dilakukan,namun adanya pengingkaran kesepakatan seperti
jepang terhadap nine power treaty dan adanya perlombaan senjata,mengakibatkan
timbulnya hembusan perang dunia II.
Uniknya negara ini sebelumnya
telah menyatakan netralitasnya dalam awal peperangan. namun karena ada suatu
kepentingan, maka Amerika akhirnya terjun juga dalam peperangan ini. Sebagai
tambahan dalam Perang Dunia berikutnyapun, Amerika juga menerapkan kebijakan
yang sama
Kebijakan-kebijakan dari presiden
berkuasa saat itu, Woodrow Wilson juga akan dibahas karena setiap kebijakan
luar negeri Amerika ada hubungannya dengan Doktrin Monroe. Doktrin ini juga
menjadi acuan penting dalam politik luar negeri di sebagian besar negara di
dunia. Di Amerika sendiri doktrin ini digunakan sesuai dengan kepentingan-
kepentingan strategis Amerika di dunia, terutama masalah perang.
Pembahasan tentang hal-hal di
atas ditujukan untuk mengetahui bagaimana Amerika memproses kebijakan-kebijakan
luar negerinya dalam Perang Dunia I sesuai dengan situasi yang berkembang
karena perubahan-perubahan didalamnya tentu tidak merupakan suatu hal semata
namun juga melalui pemikiran-pemikiran tertentu. Tentu saja, kaitannya dengan
doktrin Monroe juga akan disinggung sebagai dasar politik luar negeri Amerika.
1.2
Rumusan
masalah
1.2.1
Bagaimana politik
isolasi Amerika Serikat ?
1.2.2
Bagaimana peran Doktrin Monroe bagi
Amerika Serikat?
1.2.3
Bagaimanakondisi Amerika Serikat dalam
Perang Dunia I?
1.2.4
Bagaimana kondisi
Amerika Serikat dalam Perang Dunia II?
1.3
Tujuan
1.3.1
Mengetahui politik
isolasi Amerika Serikat.
1.3.2
Mengetahui peran Doktrin Monroe bagi
Amerika Serikat.
1.3.3
Mengetahui kondisi Amerika Serikat dalam
Perang Dunia I.
1.3.4
Mengetahui
kondisi Amerika Serikat dalam Perang Dunia II.
BAB
2. PEMBAHASAN
2.1
Politik Isolasi Amerika Serikat
Isolasionalisme
mengacu pada perilaku politik Amerika yang cenderung menghindari keterlibatan
dalam aliansi Eropa dan konflik-konflik di negara Eropa. Isolasionis
berpandangan bahwa perspektif Amerika terhadap dunia berbeda dengan budaya
perang yang terus berlangsung antar negara-negara Eropa, elit politik Amerika
generasi pertama berasumsi bahwa Amerika mmapu memajukan kebebasan dan
demokrasi dengan cara selain perang. Akan tetapi, politik isolasi yang dianut
Amerika bukan berarti menutup gerbang hubungan antara Amerika dan dunia.
Isolasionis tidak menolak ide bahwa Amerika Serikat harus menjadi penguasa
dunia dengan memperluas teritorialnya, menyebarkan ideologi dan mewujudkan
kepentingan ekonomi terutama ke negara-negara di belahan Barat.
Gagasan
politik isolasi dikristalisasi dari Thomas Paine’s common sense yang
menyajikan berbagai argument untuk menghindari aliansi. Gagasan tersebut
diterima dengan baik oleh kongres dengan salah satu buktinya adalah Amerika
menolak untuk melakukan aliansi dengan Perancis. Sebelum melepas jabatannya
George Washington, dalam pidatonya ia berpendapat bahwa Amerika tetap harus
mempertahankan tujuan utamanya, yaitu untuk memperluas hubungan komersial
dengan negara lain. akan tetapi Amerika sedapat mungkin menghindari koneksi
politik dengan negara-negara Eropa yang pada dasarnya tidak memuat hal-hal yang
dapat melancarkan perwujudan kepentingan nasional Amerika selain itu mengingat
jarak yang jauh antara Amerika dan Eropa menambah ketidakefektivan hubungan
antara Amerika dan negara-negara Eropa. Oleh karena itu bukanlah suatu
kebijakan yang bijak untuk melibatkan diri dalam suatu ikatan artfisial antara
Amerika dan Eropa. Politik isolasi ini pun didukung oleh Presiden Thomas
Jefferson yang dalam pidatonya mengatakan Amerika berusaha mewujudkan
perdamaian, perdagangan dan menjalin hubungan yang baik dengan seluruh negara
tanpa harus terlibat dalam aliansi dengan mereka.
2.2
Doktrin Monroe
Amerika
Serikat tetap terisolasi secara politik sepanjang abad ke-19 dan awal ke-20,
sebuah prestasi yang tidak biasa dalam sejarah Barat. Pada tahun 1823 Presiden
Monroe yang ikut mendukung adanya politik isolasi menyuarakan apa yang kemudian
disebut sebagai “Doktrin Monroe”. Presiden Monroe menyatakan dalam doktrinnya
bahwa hanya dengan mengisolir diri Amerika akan terhindar dari bencana politik
yang disebbakan peperangan sebagaimana terjadi di Eropa. Dengan doktrin
tersebut Amerika menegaskan dirinya untuk tidak menjadi anggota blok manapun.
Doktrin
Monroe (Monroe Doctrine) adalah asas politik luar negeri Amerika Serikat yang
terkandung dalam pesan Presiden Monroe kepada Kongres tahun 1823. Doktrin
berawal dari dua masalah diplomatik, yaitu pertempuran secara kecil-kecilan
dengan Rusia mengenai pantai barat laut Amerika Serikat dan kekhwatiran bahwa
Aliansi Suci (Rusia, Austria, Prusia) akan mencoba menguasai kembali
negara-negara Amerika Latin yang baru saja melepaskan diri dari Spanyol.
Menteri Luar Negeri Inggris menghendaki pengiriman pernyataan bersama Inggris-Amerika
kepada negara-negara anggora Aliansi Suci, tetapi Amerika bersikeras bertindak
sendiri dan menyusun doktrin tersebut yang mengandung 2 hal penting, yaitu:
- Tidak diperbolehkan kolonisasi baru di Amerika Utara dan Selatan.
- Tidak akan diizinkan campur tangan negara-negara Eropa dalam persoalan-persoalan yang dihadapi negara-negara Amerika.
Dikeluarkannya Doktrin Monroe ini, maka upaya negara-negara Eropa
untuk menjajah atau melakukan campur tangan terhadap negara-negara di benua
Amerika akan dipandang sebagai agresi, sehingga AS akan turun tangan. Akan
tetapi, Amerika Serikat tidak akan mengganggu jajahan Eropa yang sudah ada.
Doktrin ini diterapkan setelah sebagian besar jajahan Spanyol dan Portugal di
Amerika Latin telah merebut kemerdekaannya.
Tujuan pokok Doktrin
Monroe adalah mencegah Perancis atau Spanyol untuk meluaskan kembali kekuasaan
kolonialisasinya atas kelas koloni Spanyol di Amerika Tengah dan Selatan, serta
mencegah Rusia untuk memperluas wilayahnya di Amerika Utara.
Ada dua hal yang patut
disimak pada empat prinsip Doktrin Monroe, yaitu : pertama, kembali
kepidato perpindahan George Washington, yang menyatakan bahwa Amerika Serikat
akan bersikap netral dalam konflik di Eropa; kedua :
menyatakan bahwa sesudah ini, Amerika Serikat akan menganggap Amerika Utara dan
Amerika Selatan diluar batas penaklukan oleh Eropa. di sisi lain
Doktrin Monroe intinya adalah “Amerika for the Americans”,ini berarti:(1) Politik
isolasi, artinya dunia luar Amerika jangan mencampuri soal-soal dalam
negeri Amerika dan sebaliknya Amerika jangan ikut-ikut dalam soal-soal di luar
Amerika;(2) Pelopor Pan-Amerikanisme, artinya seluruh negara-negara
di Amerika harus merupakan satu keluarga Bangsa Amerika dibawah pimpinan
Amerika.
Kebijakan ini
dikeluarkan berkaitan dengan adanya kesepakatan negara-negara Eropa yang
tergabung dalam Aliansi Suci untuk saling membantu memulihkan kekuasaannya di
negeri jajahan khususnya di Benua Amerika. Menanggapi tindakan pesekutuan
negara-negara Eropa itu Amerika Serikat berusaha untuk memebendung mereka
dengan mengeluarkan kebijakan isolasionis terhadap Benua Amerika. kebijakan ini
seakan memberikan perlindungan terhadap bangsa-bangsa di Amerika (latin) dan
sekaligus dapat mengamankan kepentingan dirinya sendiri (USA). Kebijakan ini
kendatipun dilakukan pada masa pemerintahanMonroe.
Namun demikian, tekanan
internasional yang makin meningkat mulai melemahkan kebijakan isolasi Amerika
di awal pertengahan abad ke-20. Munculnya ekspansi Jerman dan Jepang yang
terus mengancam perlahan-lahan memadamkan sikap acuh tak acuh Amerika terhadap keadaan
dunia. Pendudukan Amerika atas Filipina hingga perang antara Amerika dan
Spanyol terus memperluas kepentingan Amerika hingga jauh ke barat Samudera
Pasifik. Peningkatan transportasi dan komunikasi seperti kapal uap, kabel bawah
laut, dan radio menghubungkan dua benua meningkatkan intensitas perdagangan
luar negeri yang secara perlahan ikut meningkatkan peran Amerika di kancah
dunia.
2.3 Amerika
dalam Perang Dunia I
Keterlibatan
Amerika dalam politik internasional dalam politik internasional semakin
menigkat sejak Amerika dipaksa terlibat dalam Perang Dunia I. Kegagalan Inggris
dan Perancis menahan serangan Jerman membuat Amerika terlibat dalam
Perang Dunia I tersebut.Perang Dunia I
bermula di Eropa pada tahun1914. Amerika sendiri pada awalnya tidak ikut serta
dalam perang dunia itu. Mereka merasa bahwa mereka mempunyai hak netral untuk
tidak berpihak pada sisi manapun. Meskipun demikian, kedua blok dalam perang
tersebut, yakni sekutu dan As, berusaha untuk mempengaruhi Amerika supaya masuk
kedalam blok mereka. Namun karena keduanya yang diwakili Inggris (sekutu) dan
Jerman (As) dirasa oleh Amerika melakukan kegiatan-kegiatan yang provokatif
seperti memesan senjata dari Amerika dan mengganggu kapal-kapal Amerika yang
berlayar di perairan bebas, maka pemerintahan Presiden Woodrow Wilson memprotes
kedua pihak itu.
Pada tahun 1914, perhatian publik Amerika terutama ditujukan pada masalah
dalam negeri. Sementara itu kepresidenan dikuasai oleh partai demokrat yang
menyuarakan tentang “kebebasan dan emansipasi negara-negara terjajah juga
Amerika sebagai negara kapitalis dan produsen. Sejak 1899, partai ini memang
berjuang melawan imperalisme di dunia. Saat itu Department of State dipimpin
Oleh William Jennings Bryan yang memadukan antara advokasi perdamaian dunia
dengan piagam-piagam yang menentang perang dan imperalisme.
Meskipun lebih mempedulikan urusan dalam negeri, namun pertikaian antara
dua kekuatan imperalis di Asia dan Eropa tidak pula diabaikan. Dua blok,
aliansi Jerman, Austria, dan Turki di satu pihak dan Inggris, Prancis dan Rusia
di lain pihak, mendorong pihak mereka sendiri untuk meningkatkan kekuatan
bersenjata mereka dengan membebankan pajak serta harga barang-berang yang
tinggi kepada warga negara mereka masing-masing. Presiden Wlson yakin bahwa
bila pertikaian ini berlarut-larut, maka akan terjadi peang besar.
Pada 4 Agustus 1914, ketika perang benar-benar berkobar, Presiden Wilson
mengumumkan netralitas Amerika dalam perang itu. Dua minggu kemudian, dia
menyerukan rakyat Amerika agar menyebar semangat itu. “Dampak dari peperangan
bagi Amerika bergantug dari apa aybg dikatakan atau yang dilakukan oleh warga
negaranya. Setiap orang yang mencintai Amerika akan berbuat dan berbicara
sesuai dengan semangat yang benar dari netralitas.”
Meskipun presiden telah memberikan pernyataannya, namun rakyat amerika
sebenarnya banyak yang menginginkan Amerika berada di salah satu blok.
Orang-orang keturunan Inggris banyak yang condong pada Triple Etente (sekutu),
sementara keturunan Jerman ingin berada dalam pihak Triple Alliance (AS). Namun
demikian, tidak ada yang benar- benar mengharapkan Amerika langsung ikut terjun
dalam peperangan. Sebagai negara netral, Amerika mempunyai hak untuk itu yang
secara historis dan meyakinkan berada dibawah hukum internasional, antara lain:
1.
Negara netral
bisa menjual barang-barangnya dan berdagang persenjataan maupun barang-barang
lainnya dengan negara yang sedang berperang.
2.
Negara yang
sedang berperang dapat menekan perdagangan ini dengan saling blokade untuk
menghentikan iriingan kapal yang membawa barang-barang tersebut, namun blokade
harus efektif yakni dengan sejumlah kapal perang untuk patroli.
3.
Jika kapal
dagang dari negara netral atau musuh berlayar dan tertangkap, maka boleh
dimiliki dan diambilalih dalam keadaan tertentu namun tidak boleh
ditenggelamkan atau dirusak sehingga membahayakan keamanan awak dan
penumpangnya .
Dibawah hukum itu dan kebijakan Amerika Serikat, hal ini menjadi tugas bagi
Presiden Wilson dalam perdagangan sebagai negara netral. Ia juga harus
menghadapi keluhan tentang kekerasan terhadap negara netral dari negara-negara
yang berperang.
Pemerintah Inggris membuat dua keputusan setelah Amerika menyatakan
netralitasnya.Inggris menyatakan blokade baja di pelabuhan Central Powers dan
mengawasi barng dari negara netral yang masuk darinya. Namun gangguan dari
kapal-kapal selam Jerman membuat blokade ini tidak efektif namun Inggris
menyatakan bahwa blokadenya telah efektif.
Aksi-aksi Inggris tersebut telah mengganggu hak Amerika sebagai negar yang
netral. Inggris terus menangkapi dan menahan kapal-kapal Amerika yang berada
disekitar wilayah perairan negara-negara netral seperti Belanda Denmark dan
Swedia saat menuju ke Jerman. Inggris menuduh bawa Jerman telah menebar ranjau
di lautan Utara yang diklaim oleh Inggris. Atas keputusan itu State Department
di Washington memprotes bahwa Kebijakan Inggris tersebut bertentangan dengan
hukum.
2.4Akhir Perang Dunia I
Perang Dunia I berakhir dengan
kekalahan Jerman dilanjutkan dengan perjanjian perdamaian antara negara yang
kalah perang terhadap negara-negara sekutu yaitu seperti Perjanjian Versailles
antara Jerman dengan negara sekutu pada tanggal 28 Juni 1919 dimana dalam
perjanjian tersebut Jerman harus menanggung semua beban biaya perang.
Pemeran perjanjian Versailles
adalah apa yang disebut sebagai the big four yang terdiri dari Wilson (USA)
Lioyd George (Inggris), Orlanda (Italia) dan Clemenceai (Perancis). Walaupun
perjanjian peradamaian telah dilaksanakan sebagai akhir dari perang dunia ini
tetapi dampak dari perang tersebut sangat dirasakan oleh negara-negara di
seluruh dunia khususnya negara Eropa dan Amerika.
Pada tahun 1918, Perang Dunia I
akhirnya berakhir, setelah empat tahun serangan tanpa guna di tangan tentara
Jerman, Prancis, dan Inggris. Namun perdamaian ini, yang dinyatakan pada jam 11
pagi, hari kesebelas dari bulan kesebelas, tidak membawa kebahagiaan untuk
siapa pun. Ratusan ribu serdadu menjadi cacat. Sebagian lainnya terbukti tidak
mampu mengatasi dampak kejiwaan karena perang setelah tinggal di dalam parit
yang penuh dengan lumpur, kotoran, dan mayat. Bentuk trauma yang dikenal
sebagai “shell shock” atau “kejutan bom” sangat umum di antara para veteran
perang, dan hal ini menyebabkan penderitanya mengalami serangan ketakutan dan
goncangan yang berat. Rasa takut akan dibom, yang mereka alami setiap hari
selama empat tahun berturut-turut, telah terukir di benak mereka.
Ada beberapa penderita yang
merasa harus segera bersembunyi hanya karena kata 'bom' disebutkan. Beberapa
veteran bahkan merasa ngeri setiap kali mereka melihat seragam. Puluhan ribu
serdadu juga kehilangan satu atau lebih anggota badannya dalam perang ini.
Serdadu ini adalah tentara yang mata, dagu, atau hidungnya menjadi cacat selama
pengeboman, sehingga topeng khusus diciptakan di Eropa untuk menyembunyikan
wajah mereka yang cacat.
Setelah berakhirnya perang dunia, maka cita-cita untuk
menciptakan perdamaian yang abadi dengan melenyapkan perang dari muka bumi,
selalu timbul setelah orang mengalami kengerian peperangan besar. Hal tersebutlah
yang mendorong berdirinya Liga Bangsa Bangsa (Leahue of Nations). Dimana LBB
ini merupakan gagasan dari presiden USA yaitu Woodrow Wilson. Beliau
mengusulkan suatu konsep perdamaian yang disebut dengan "Peace Without
Victory". Ide untuk mendirikan LBB dicetuskan Presiden Amerika Serikat Woodrow Wilson meskipun AS sendiri kemudian tidak pernah
bergabung dengan organisasi ini. Sejumlah 42 negara menjadi anggota saat LBB
didirikan. 23 di antaranya tetap bertahan sebagai anggota hingga LBB dibubarkan
pada 1946. Antara 1920-1937, 21 negara masuk menjadi anggota, namun tujuh di
antara keduapuluh satu anggota tambahan ini kemudian mengundurkan diri (ada
yang dikeluarkan) sebelum 1946.
2.5 Latar Belakang Penyebab Amerika Terlibat Perang Dunia II
Pengeboman Pearl Harbour oleh Jepang, pada tanggal 8
desember 1941 telah membawa Amerika kepada perang dunia ke II di daerah
pasifik. Pengeboman ini dilakukan. kala itu angkatan laut Jepang menyerang
markas AL Amerika secara tiba-tiba di Hawai.Dampak serangan ini rusak dan
tenggelamnya kurang lebih 20 buah kapal tempur Amerika, 188 pesawat terbang
rusak dan 2.403 korban jiwa. Dipihak Jepang hanya kehilangan 55 buah pesawat
tempur dari 441 pesawat yang dipakai.
Tembakan Amerika pertama dilepaskan pada perang dunia II dan
korban pertama serangan Pearl Habor sebenarnya terjadi saat USS Ward menyerang
dan meneggelamkan kapal selam kerdil Jepang.Dari semuanya 29 musnah dalam
pertempuran. Strategi yang digunakan angkatan Jepang berlayar ke arah Pearl
Harbour tanpa pemberitahuan sampai saat-saat terakhir. Tujuan serangan Pearl
Habour adalah melumpuhkan Angkatan Laut Amerika di Pasifik, walaupun untuk
sementara. Rancangan untuk serangan Pearl Harbor untuk menyokong kelanjuta
ketentaraan lanjut bermulai pada jaanuari 1941, dan latihan untuk misi
berlangsung pada pertengahan tahun saat proyek ini dianggap layak.
Sebagian dari rancangan Jepang untuk
serangan ini termasuk memutuskan perundingan dengan Amerika sebelum serangan
tersebut.Serangan ke atas Pearl Harbor merupakan malapetaka strategis bagi
Jepang.Presiden F.D Roosevelt menandatangani Deklarasi perang terhadap Jepang
pada hari berikutnya selepas serangan. Kemungkinan yang paling penting,
serangan Peearl Haarbor bertindak sebagai katalisator yang menggerakkan sebuah
negara untuk bertindak serta merta yang tidak mungkin dapat dilakukan oleh perkara
lain.
Pada tanggal 8 Desember 1941 Kongres
Amerika serikat menyatakan perang atas Jepang. Pemerintah Amerika serikat
meneruskan pengerahan tentara dan mulai beralih kepada ekonomi perang.
Permasalahan tekhnis adalah kenapa Jerman Nazi menyatakan perang atas AS pada
11 Desember 1941 sejurus selepas serangan Jepang. Hitler tidak perlu
melakukannya di bawah syarat blok poros, tetapi tetap melakukannya. Ini pasti
menggandakan kemarahan penduduk Amerika dan membenarkan Amerika untuk
memberikan bantuannya kepada Britania Raya. Meskipun berhasil menenggelamkan
kapal induk Amerika, tidak membantu Jepang dalam jangka panjang. Karena
serangan tersebut membuat Amerika terlibat penuh dalam perang dunia Ke II,
mendorong kekalahan blok poros sedunia.saat mendengar bahwa serangan Jepang
atas Pearl Harbour akhirnya yang membuat pihak Amerika terlibat dalam perang
dunia ke II.
2.6 Proses Jalannya Perang Dunia II
Negara dengan cepat melakukan mobilisasi rakyat dan seluruh
kapasitas industrinya. Pada tanggal 6 Januari 1942, Presiden Roosevelt
mengumumkan target produksi yang mengejutkan.Di bawah serangkaian peraturan
wajib militer, Amerika Serikat menjadikan angkatan bersenjatanya punya
berkekuatan total 15.100.000. Pada akhir 1943, sekitar 65 juta pria dan wanita
menjadi tentara atau bekerja di bidang yang berhubungan dengan perang.
Serangan ke Amerika Serikat melumpuhkan daya tarik kaum
isolasionis dan mobilisasi militer pun bisa dilakukan yang cepat. Namun, akibat
serangan Pearl Harbour dan ketakutan akan kegiatan spionase Asia, Amerika juga
melakukan tindakan antitoleransi yaitu menawan orang-orang Amerika keturunan Jepang.Hampir
63 persen warga Jepang-Amerika adalah Nisei, lahir di Amerika, dan dengan
sendirinya adalah warga Negara Amerika Serikat. Tidak ada bukti kegiatan
spionase yang bisa dimunculkan. Bahkan, warga keturunan Jepang-Amerika dari Hawaii dan daratan
Amerika Serikat lainnya ikut bertempur dengan gagah berani dalam dua satuan
infanteri di Italia.Tak lama setelah Amerika Serikat ikut berperang, Sekutu
barat memutuskan untuk memusatkan upaya militer mereka di Eropa, di mana pusat
kekuatan musuh berada, sementara wilayah Pasifik dinomorduakan. Pada musim semi
dan panas tahun 1942, tentara Inggris bisa menahan masuknya Jerman ke Mesir dan
menekan Jenderal Jerman Erwin Rommel untuk mundur ke Libya sehingga lenyaplah
ancaman Terusan Suez, yang menhubungkan Laut Tengah dan Laut Merah.
Tanggal 7 November 1942, tentara Amerika mendarat di Afrika
utara jajahan Perancis, dan setelah pertempuran habis - habisan, berhasil menimpakan
kekalahan besar kepada tentara Italia dan Jerman. Tahun 1942 juga merupakan
titik balik di Medan Tempur Timur, dimana Uni Soviet dengan kerugian luar biasa
berhasil menghentikan invasi Nazi di gerbang Leningrad dan Moskow serta dapat
mengalahkan pasukan Jerman di Stalingrad.
Pada bulan Juli 1943, pasukan Inggris dan Amerika menduduki
Sisilia dan akhir musim panas, pesisir selatan Laut Tengah dibersihkan dari
kekuatan Fasis. Pasukan Sekutu mendarat di Italia dan meskipun pemerintah Italia
menyerah tanpa syarat, pertempuran melawan tentara Nazi di Italia berlangsung
sengit dan berlarut-larut.Pada akhir 1943, tentara Sekutu setelah melakukan
perdebatan panjang mengenai strategi, memutuskan untuk membuka medan tempur
Barat untuk memaksa Jerman mengalihkan lebih banyak tentaranya dari medan
tempur Rusia. Jenderal Amerika Serikat, Dwight D. Eisenhower ditunjuk sebagai
Panglima tertinggi Sekutu di Eropa. Setelah melalui persiapan luar biasa, pada
tanggal 6 Juni 1944 rombongan pertama invasi tentara Amerika Serikat, Inggris
dan Kanada yang dilindungi angkatan udara yang hebat, mendarat di pantai
Normandia di utara Perancis.Sementara itu, tentara Amerika Serikat bergerak
maju di Pasifik. Walau pasukan Amerika Serikat dipaksa menyerah di Filipina
pada awal 1942, tentara Sekutu menyerang pada bulan-bulan berikutnya. Pada bulan April,
Jenderal James Doolittle memimpin pasukan pengebom Amerika Serikat menyerang
Tokyo.
Pertempuran lain-lain juga menyumbang kesuksesan
Sekutu. Guadalcanal, sebuah kemenangan yang menentukan untuk Amerika Serikat,
manandai aksi ofensif pertama Amerika Serikat di Pasifik selama dua tahun
berikutnya, pasukan Amerika dan australia yang mencari jalan untuk bergerak ke
arah utara kepulauan Pasifik, berhasil menguasai Kepulauan Solomon, Gilbert,
Marshall, Mariana, dan Bonin melalui serangan amfibi.
Perang di Pasifik terus berlanjut setelah Jerman menyerah,
dan pertempuran-pertempuran pamungkas di Pasifik terhitung paling dasyat.
Pada awal Juni 1944, Pertempuran Laut Filipina meluluhlantakan Angkatan Laut
Jepang. Jenderal Douglas MacArthur yang dua tahun sebelumnya dengan enggan
meninggalkan Filipina agar tidak ditangkap Jepang. Mereka datang kembali untuk
melancarkan Angkatan Laut Amerika Serikat.
Pada bulan Februari 1945, tentara Amerika Serikat telah
mengambil alih Manila. Amerika Serikat mengincar Pulau Iwo Jima di Kepulaun Bonin,
yang terletak di tengah-tengah antara Kepulauan Mariana dan Jepang.Pengeboman
Amerika Serikat mendapat perlawanan keras Jepang di darat dan serangan bunuh
diri kamikaze di udara. Pasukan
Amerika Serikat merebut pulau tersebut pda pertengahan Maret, namun harus
kehilangan 6.000 nyawa marinirnya, sementara itu hampir seluruh tentara Jepang
tewas. Sejak saat itu Amerika Serikat memulai serangan udara besar -besaran ke pelabuhan dan bandara di
Jepang.Kepala pemerintahan Amerika Serikat, Inggris, dan Soviet bertemu di
Postdam, sebuah daerah di pinggir kota Berlin, mulai 17 Juli hingga 2 Agustus
1945 untuk membahas operasi melawan Jepang, kesepakatan damai di Eropa, dan
kebijakan untuk masa depan Jerman.Sekutu mengumumkan Deklarasi Postdam pada
tanggal 26 Juli, menjanjikan tidak akan mengahncurkan atau memperbudak Jepang
bila mereka menyerah. Namun, bila tidak Jepang akan menjumpai kehancuran total.
Tanggal 6 Agustus, pesawat Amerika Serikat, Enola Gay menjatuhkan bom atom ke kota
Hiroshima. Tanggal 8 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan kali ini di
Nagasaki. Bangsa Amerika lega karena bom tersebut mempercepat proses
berakhirnya perang.Tanggal 14 Agustus, Jepang menyetujui syarat-syarat yang ditetapkan Postdam.
Tanggal 2 September 1945, Jepang secara resmi menyerah. Pada bulan November
1945 di Nurenberg, Jerman, pengadilan pidana para pemimpin Nazi yang diusulkan
di Postdam berlangsung. Di hadapan para juri terkemuka dari Inggris, Perancis.
Uni Soviet dan Amerika Serikat para pemimpin Nazi ini tak hanya didakwa
merencanakan dan mengobarkan peran, tetapi juga melanggar hukum perang dan
kemanusiaan dengan genosida yang sistematis, yang dikenal dengan Holocaust,
terhadap Yahudi Eropa dan kelompok- kelompok lainnya.
Salah satu keputusan paling jauh jangkauannya mengenai
bentuk dunia pascaperang terjadi pada tanggal 25 April 1945, menjelang
berakhirnya perang di Eropa, walau konflik masih berkecamuk di Pasifik.
Perwakilan dari 50 negara bertemu di San Francisco, California untuk mendirikan
kerangka kerja PBB. Konstitusi yang mereka rancang menggambarkan garis besar
organisasi dunia di mana perbedaan – perbedaan internasional dapat dibicarakan
secara damai, serta adanya tekad bersama memerangi kelaparan dan penyakit. Sangat
berbeda dengan penolakannya terhadap keanggotaan Amerika Serikat di Liga Bangsa
– Bangsa setelah Perang Dunia I, Senat Amerika Serikat langsung meratifikasi
Piagam PBB dengan suara 89 berbanding 2. Langkah ini memastikan akhir semangat
menutup diri sebagai elemen dominan kebijakan luar negeri Amerika dan memberi
isyarat kepada dunia bahwa Amerika Serikat beniat mengambil peran penting dalam
urusan internasional.
Umumnya dapat dikatakan bahwa peperangan dimulai saat Jerman menginvasi Polandia pada tanggal 1 September 1939,
dan berakhir pada tanggal 14 Agustus 1945 pada saat Jepang menyerah kepada tentara Amerika Serikat. Secara resmi PD II berakhir ketika
Jepang menandatangani dokumen Japanese Instrument of
Surrender di
atas kapal USS Missouri pada tanggal 2 September 1945,
6 tahun setelah perang dimulai.
2.7 Dampak Perang Dunia II Bagi Amerika
2.3.1
Bidang Politik
Kemenangan pihak sekutu (Inggris, Perancis, Amerika Serikat,
dan Uni Soviet) dalam mengakhiri Perang Dunia II tidak terlepas dari peran Amerika
Serikat dalam memberikan bantuan (perlengkapan, tentara,dan persenjataan) yang
mampu mempercepat berakhirnya perang dengan kemenangan di tangan Sekutu. Perang
Dunia II telah menghancurkan hegemoni negara-negara besar seperti Inggris,
Perancis, Spanyol, dan Portugis yang sudah berabad-abad memegang kendali
kekuasaan di berbagai belahan dunia.
Muncul masalah baru yaitu adanya pertentangan kepentingan
dan persaingan perebutan hegemoni antara negara anggota sekutu dalam usaha
untuk menjadi negara yang paling berpengaruh dan berkuasa di dunia hingga
melahirkan dua negara adikuasa (kekuatan raksasa) yaitu Amerika Serikat (kuat
secara material) dan Uni Soviet (kuat secara psikologis) yang mengambil alih
hegemoni tersebut. Uni Soviet dan Amerika Serikat saling berlomba menanamkan
penagruhnya pada negra lain dengan berbagai cara sehinga dampaknya
negara-negara di dunia terbagi menjadi 2 dimana negara-negara Eropa Timur,
Jerman Timur dan beberapa negara Asia seperti Cina, Korea Utara, Kamboja, Laos
dan Vietnam berada dibawah pengaruh Uni Soviet yang selanjutnya dikenal dengan
Blok Timur. Sementara negara-negara Eropa Barat dan banyak negara di Asia,
Afrika, dan Amerika Latin berada dibawah kekuasaan Amerika Serikat yang
selanjutnya dikenal dengan Blok Barat.
Kedua negara adikuasa tersebut memiliki ideologi yang
berlawanan dimana Amerika Serikat dengan ideologi Liberalis-Kapitalis (paham
yang mengutamakan kemerdekaan individu sebagai pangkal dari kebaikan hidup)
sementara Uni Soviet dengan ideologi Sosialis-Komunis(paham yang menghendaki
suatu masyarakat disusun secara kolektif agar menjadi masyarakat yang bahagia).
Sistem politik dan ekonomi internasional mengalami polarisasi yaitu liberalisme
versus sosialisme-komunisme .Munculnya politik memecah belah dimana terjadi
perpecahan dari berbagai negara sebagai dampak dari persaingan pengaruh dua
negara adikuasa tersebut, seperti negara Jerman, Korea, dan Vietnam(Indo Cina)
berdasarkan ideologi liberal dan sosialis-komunis.
Dibentuklah pakta pertahanan untuk saling mengimbangi
kekuatan lawan dimana Amerika Serikat membentuk NATO (North Atlantic Treaty
Organization) atau Organisasi Pertahanan Atlantik Utara sementara Uni Soviet
membentuk Pakta Warsawa(1955) dengan anggota Uni Soviet, Albania, Bulgaria,
Cekoslowakia, Jerman Timur, Hongaria, Polandia, dan Rumania. Berdirinya pakta
pertahanan memunculkan rasa saling curiga dan perlombaan persenjatan antara
kedua belah pihak sehingga menimbulkan Perang Dingin.
2.3.2
Dampak Ekonomi
Perang Dunia 2 menghancurkan perekonomian negara
- negara di dunia kecuali Amerika Serikat. Amerika Serikat menjadi pusat
kekayaan dan kreditur dari seluruh Dunia. Amerika Serikat memanfaatkan keadaan dimana banyak negara
yang membutuhkan bantuan ekonomi untuk memperbaiki negaranya (dengan menanamkan
pengaruhnya) jika tidak maka negara-negara tersebut akan masuk dalam pengaruh
kekuasaan ideologi komunis Uni Soviet. Maka Amerika tampil sebagai negara
kreditor bagi negara-negara di luar pengaruh Uni Soviet. Dengan bantuan
tersebut selanjutnya mampu membuat kedudukan Amerika menjadi kuat sebab ia
berhasil menciptakan ketergantungan negara peminjam pada Amerika. Amerika Serikat
akhirnya mengeluarkan beberapa program untuk membangun kembali perekonomian
dunia, seperti:
A. Marshall Plan merupakan program
untuk membantu perekonomian negara-negara Eropa Barat. Program ini disetujui
dalam konfrensi Paris 1947 dan pemberian bantuan ini diakhiri pada tahun 1951.
Sebuah negara dapat memperoleh bantuan ini dengan memenuhi kesepakatan sebagai
berikut.
1) Amerika Serikat akan memberikan
pinjaman jangka panjang kepada negara-negara Eropa Barat untuk membangun
kembali perekonomiannya.
2) Sebagai imbalan negara peminjam
diwajibkan :
a) Berusaha menstabilkan keuangan
masing-masing negara dan melaksanakan anggaran pendapatan yang berimbang.
b) Mengurangi penghalang-penghalang
yang menghambat kelancaran perdagangan antara negara-negara peminjam.
c) Mencegah terjadinya inflasi.
d) Menempatkan perekonomian negara
masing-masing negara atas dasar sendi-sendi perekonomian yang sehat.
e) Memberikan bahan-bahan yang
diperlukan Amerika Serikat untuk kepentingan pertahanan.
f) Meningkatkan persenjataan
masing-masing negara untuk kepentingan pertahanan.
g) Bantuan akan dihentikan apabila di
negara peminjam terjadi pergantian kekuasaan yang mengakibatkan negara tersebut
melaksanakan paham komunis.
Dengan Marshall Plan maka tertanamlah dasar-dasar
terbentuknya kerjasama yang erat antara negara-negara Eropa Barat dalam
pembangunan perekonomiannya. Sejak tahun 1951 maka Amerika Serikat lebih
mengutamakan konsolidasi pertahanan terhadap kemungkinan meluasnya paham
komunis.
B. Doctrine Truman merupakan kebijakan
untuk membantu secara khusus negara Yunani dan Turki dengan maksud membendung
kedua negara tersebut dari pengaruh komunis dan Uni Soviet serta memerangi
pemberontakan yang dilancarkan gerilyawan-gerilyawan komunis dalam negeri.
C. Point Four Program merupakan program
bantuan dalam bentuk perlengkapan ekonomi kepada negara-negara berkembang.
Serta bantuan militer yang diberikan pada negara-negara berkembang khususnya
Asia.
D. Colombo Plan merupakan program
kerjasama bagi pembangunan ekonomi di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Program
yang dicetuskan di Colombo 1951 dengan peserta pertama negara-negara
persemakmuran Inggris yang selanjutnya diikuti Amerika Serikat, Jepang, dan
beberapa negara Asia Tenggara lainnya.
2.3.3
Bidang Sosial
Semakin kuatnya kedudukan golongan cerdik pandai (para
ilmuwan)
Munculnya gerakan sosial untuk membantu memulihkan kesejahteraan rakyat yang porak-poranda akibat perang dengan mendirikan lembaga internasional untuk memelihara perdamaian dunia. Hal ini terwujud dengan berdirinya Perserikatan Bangsa-bangsa (United Nations).
Munculnya gerakan sosial untuk membantu memulihkan kesejahteraan rakyat yang porak-poranda akibat perang dengan mendirikan lembaga internasional untuk memelihara perdamaian dunia. Hal ini terwujud dengan berdirinya Perserikatan Bangsa-bangsa (United Nations).
Amerika Serikat membentuk badan guna menghindari jatuhnya
korban lebih banyak dengan nama United Nations Relief Rehabilitation
Administration (UNRRA). Tugas pokok badan ini adalah meringankan penderitaan
dan memulihkan daya produksi rakyat yang tinggal di daerah bekas pendudukan
Jerman. Bantuan yang diberikan berupa makanan, pakaian, bibit tanaman, hewan
ternak, alat-alat perindustrian, dan rumah sakit. UNRRA (satu bagian dari PBB)
dibubarkan sebab tugas untuk memberikan bantuan pembangunan kembali negara
Eropa telah dilaksanakan oleh European Reconstructions Plan atau yang dikenal
dengan Marshall Plan.
BAB 3. PENUTUP
3.1 Simpulan
Pada awal berdirinya, Amerika melakukan politik netralitas terhadap
perpolitikan Eropa. Amerika yang mengedepankan asas demokrasi memandang
manusia mempunyai hak dalam menentukan nasibnya sendiri, setiap individu bebas
mengutarakan pendapat serta menentukan nasibnya sendiri. Pengalaman sebagai
koloni di bawah kekuasaan Inggris membentuk watak demokrasi Amerika
Serikat.Ucapan Presiden Monroe yang terkenal dengan doktrin Monroe menyatakan
bahwa politik Amerika Serikat netral terhadap permasalahan politik di
Eropa.Doktrin Monroe merupakan tuntutan untuk tidak saling menyerang atas
negara-negara Eropa di belahan bumi Barat.
Politik netralitas Amerika Serikat berjalan pasca kemerdekaan hingga beberapa
masa sebelum berkecamuk perang di Eropa.Amerika Serikat menjalankan asas
kebebasan tanpa mencampuri urusan politik Eropa, netralitas dimaksudkan agar
Amerika Serikat tidak terkungkung dalam urusan ekonomi terhadap salah satu
pihak yang bersengketa.Politik netralitas bermaksud agar ekonomi Amerika
Serikat bebas berhubungan dengan negara manapun.Posisi netral Amerika Serikat
akhirnya berubah saat Perang Dunia I berkecamuk di Eropa. Amerika yang pada
awalnya masih mempertahankan kenetralan akhirnya ikut campur dalam Perang
dengan memihak kepada blok sekutu Inggris dan Perancis menghadapi Jerman.
Keikutcampuran Amerika Serikat dalam perang banyak disebut disebabkan oleh
gangguan Jerman terhadap perdagangan Amerika Serikat.Kapal selam Jerman mulai
menenggelamkan niaga Amerika dengan penumpang-penumpang sipil diatasnya.
Keikutsertaan Amerika Serikat dalam Perang Dunia I
mempererat hubungannya dengan negara-negara Eropa Barat, khususnya sekutu utama
Amerika Serikat adalah Inggris dan Perancis. Hubungan tersebut berlanjut ketika
Perang Dunia II berkecamuk, Amerika Serikat memihak blok sekutu Inggris dan
Perancis menghadapi Nazi Jerman di bawah Adolf Hitler.
3.2 Saran
Adanya
analisa mengenai salah satu faktor penyebab terjadinya Perang Dunia II yaitu
perundingan-perundingan yang dibuat pada akhir Perang Dunia I,yang menimbulkan
masalah-masalah baru,salah satu nya perlombaan senjata,serta tidak patuhnya
negara fasis pada perundingan yang telah dibuat untuk menciptakan perdamaian
dunia setelah perang dunia I.
DAFTAR PUSTAKA
Anugrah,Michelle. 2005. Garis Besar Sejarah Amerika Serikat.
Biro Program Informasi
Internasional. Departemen Luar Negeri A.S
http://maswardy07.blogspot.com/ james-monroe.html






0 komentar:
Posting Komentar