AMERIKA
SERIKAT DALAM PERANG DINGIN DAN MENJADI NEGARA
ADIDAYA
Disusun
guna untuk memenuhi tugas matakuliah Sejarah Amerika
Oleh:
Maftuhin 120210302047
Kelas : B
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH
JURUSAN
PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2014
KATA PENEGENTAR
Puji syukur kami
panjatkan atas rahmat Allah SWT karena atas rahmat-Nya semata, penulisan
makalah dengan judul “Amerika Serikat
dalam Perang Dingin dan menjadi negara adidaya” dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Dengan
terselesaikannya penulisan makalah ini penulis menyampaikan terima kasih kapada semua pihak yang membantu dalam
penyelesaian makalah ini. Kami juga mohon maaf apabila dalam penulisan makalah
ini terdapat kesalahan dalam penulisannya. Kami selaku penulis juga berharap
semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pihak terutama akivitas Akademika di
Universitas Jember.
Jember, 7
Mei 2014
Penulis
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar……………………………………………………….…...….……ii
Daftar
Isi…………………………………………………………….………...….iii
BAB 1.
PENDAHULUAN……………………………………………….....…….1
1.1
LatarBelaikang…………………………………………………....…….…1
1.2
RumusanMasalah……………………………………………....……….…2
1.3
Tujuan…………………………………………………………....…..........2
BAB 2.
PEMBAHASAN……………………………………………….....….…...3
2.1 Latar belakang
Perang Dingin.…………………………………….....……3
2.2 Peran Amerika Serikat dalam Perang Dingin..……….……………….......6
2.3 Faktor-faktor yang menjadikan Amerika Serikat sebagai Pemimpin Blok Barat….……………………….................................................................10
2.4 Bentuk Perang
Dingin atau kejadian yang berhubungan dengan Perang Dingin……...............................................................................................13
2.5 Berakhirnya
Perang Dingin dan munculnya Amerika Serikat sebagai negara Adidaya Tunggal……..................................................................14
BAB 3. PENUTUP…………………………………………………….....……....18
3.1 Simpulan………………………………………………………....……….18
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………....………21
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa AS adalah sebuah negara besar dan
sangat kuat, baik di bidang ekonomi, politik, maupun militer. Dari kondisi ini,
AS dijuluki dengan istilah “superpower” atau “adi-daya”.
Selesainya perang dingin dan pecahnya bekas Uni Soviet, maka pada saat itu
pulalah telah menjadikan AS sebagai satu-satunya negara adi-daya di dunia,
paling tidak untuk jangka waktu dekat sampai menengah mendatang. Tak ada
kekuatan lain manapun yang dapat mengimbanginya, meskipun AS sendiri memerlukan
kesempatan bernafas dan mengkonsolidasikan diri setelah memikul beban berat
memenangkan Perang Dingin.
Amerika Serikat merupakan satu-satunya negara yang memiliki kombinasi
kemampuan militer, ekonomi, dan politik secara utuh yang mampu mempengaruhi
negara-negara lain di dunia, atau dengan kata lain : memimpin dunia
internasional. Di samping itu, AS juga merupakan gudang ilmu pengetahuan dan
teknologi yang tidak “kering-keringnya”, dan karena itu, turut mempengaruhi
dinamika dunia secara menyeluruh. Selain tidak ada satu negara manapun yang
dapat menandinginya dalam kombinasi kekuatan yang diperlukan itu, juga tak ada
negara lain manapun yang mempunyai pengalaman memimpin dunia selama setengah
abad. Tak ada negara lain yang memiliki bobot dan wibawa di kalangan
negara-negara besar dunia.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1
Apakah yang melatar belakangi terjadinya
perang dingin?
1.2.2
Bagaimanakah peran Amerika Serikat dalam
perang dingin?
1.2.3
Apasajakah fakor-faktor yang menjadikan
Amerika Serikat sebagai pemimpin Blok Barat?
1.2.4
Bagaimana bentuk perang dingin atau
kejadian yang berhubungan dengan perang dingin?
1.2.5
Bagaimana berakhirnya perang dingin
dan munculnya Amerika sebagai negara Adidaya Tunggal?
1.3 Tujuan
1.3.1
Untuk mengetahui latar belakangi terjadinya
perang dingin.
1.3.2
Untuk mengetahui peran Amerika Serikat dalam
perang dingin.
1.3.3
Untuk mengetahui fakor-faktor yang menjadikan
Amerika Serikat sebagai pemimpin Blok Barat.
1.3.4
Untuk mengetahui bentuk
perang dingin atau kejadian yang berhubungan dengan perang dingin?
1.3.5
Untuk mengetahui berakhirnya perang
dingin dan munculnya Amerika sebagai negara Adidaya Tunggal?
BAB 2. PEMBAHASAN
2.1 Latar belakang
Perang Dingin
Perang dingin adalah sebutan bagi
sebuah periode di mana terjadi konflik, ketegangan, dan kompetisi antara
Amerika Serikat (beserta sekutunya disebut Blok Barat) dan Uni Soviet (beserta
sekutunya disebut Blok Timur) yang terjadi antara tahun 1947-1991. Persaingan keduanya terjadi di berbagai bidang, seperti koalisi militer; ideologi; industri, dan pengembangan teknologi; pertahanan; perlombaan nuklir dan
persenjataan; dan lain-lain. Perang dingin
bukanlah sekedar perang biasa di mana kedua belah pihak berperang di medan
terbuka. Perang dingin merupakan perang antara dua negara adikuasa yang saling
berebut pengaruh dalam pergulatan politik internasional. Perebutan
pengaruh dimulai dengan saling mencurigai antarnegara adikuasa itu.
Perang Dingin
adalah sebutan bagi suatu periode terjadinya ketegangan politik
dan militer
antara Dunia Barat,
yang dipimpin oleh Amerika Serikat
dan sekutu NATO-nya,
dengan Dunia Komunis,
yang dipimpin oleh Uni Soviet
beserta sekutu negara-negara
satelitnya. Peristiwa ini dimulai setelah
keberhasilan Sekutu
dalam mengalahkan Jerman Nazi
di Perang Dunia II,
yang kemudian menyisakan Amerika Serikat dan Uni Soviet sebagai dua negara
adidaya di dunia dengan perbedaan
ideologi, ekonomi, dan militer yang besar. Uni Soviet, bersama dengan
negara-negara di Eropa Timur yang didudukinya, membentuk Blok Timur.
Proses pemulihan pasca-perang di Eropa Barat
difasilitasi oleh program Rencana
Marshall Amerika Serikat, dan untuk
menandinginya, Uni Soviet
kemudian juga membentuk COMECON
bersama sekutu Timurnya. Amerika Serikat membentuk aliansi militer NATO
pada tahun 1949, sedangkan Uni Soviet juga membentuk Pakta
Warsawa pada tahun 1955. Beberapa negara
memilih untuk memihak salah satu dari dua negara adidaya ini, sedangkan yang
lainnya memilih untuk tetap netral dengan mendirikan Gerakan
Non-Blok. Pecahnya Perang Dingin
dengan kedua Blok yang berseteru dilatar belakangi oleh:
1.
Munculnya Amerika Serikat sebagai negara pemenang perang di pihak Sekutu
(Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat). Amerika Serikat berperan besar dalam
membantu negara-negara Eropa Barat untuk memperbaiki kehidupan perekonomiannya.
2.
Munculnya Rusia (Uni Soviet) sebagai negara besar dan berperan
membebaskan Eropa bagian Timur dari tangan Jerman dan membangun perekonomian
negara-negara di Eropa Timur. Uni Soviet meluaskan pengaruhnya dengan
mensponsori terjadinya perebutan kekuasaan di berbagai negara Eropa Timur
seperti Bulgaria, Albania, Hongaria, Rumania, Polandia, dan Cekoslowakia
sehingga negara-negara tersebut masuk dalam pemerintahan komunis Uni Soviet.
3.
Munculnya negara-negara yang baru merdeka setelah Perang Dunia II di
luar wilayah Eropa. Dampaknya muncul 2 kelompok negara di dunia yaitu
negara-negara maju dengan negara-negara berkembang, yang memberikan pengaruh
bagi perkembangan politik dan ekonomi dunia.
Faktor-faktor utama yang menyebabkan Perang Dingin :
1.
Penyebaran Ideologi
Amerika Serikat dan Uni Soviet sebagai pemenang Perang Dunia II memiliki
paham/ideologi yang berbeda Amerika Serikat memiliki ideologi
liberal-kapitalis sedangkan Uni Soviet berideologi komunis.
Paham Liberal-Kapitalis (AS) yang mengagungkan kebebasan individu
yang memungkinkan kapitalisme berkembang dengan subur bertentangan dengan
paham Sosialis-Komunis (US) yang berkeyakinan bahwa paham itu dapat
lebih mempercepat kesejahteraan buruh maupun rakyatnya karena negara-negara
yang mengendalikan perusahaan akan memanfaatkan keuntungannya untuk rakyat.
2.
Keinginan untuk Berkuasa
Amerika Serikat dan Uni Soviet mempunyai keinginan untuk menjadi
penguasa di dunia dengan cara-cara yang baru. Amerika Serikat sebagai
negara kreditor besar membantu negara-negara yang sedang berkembang
berupa pinjaman modal untuk pembangunan dengan harapan bahwa rakyat
yang makmur hidupnya dapat menjadi tempat pemasaran hasil
industrinya dan dapat menjauhkan pengaruh sosialis komunis. Masyarakat
miskin merupakan lahan subur bagi paham sosialis komunis. Uni
Soviet yang mulai kuat ekonominya juga tidak mau kalah membantu perjuangan
nasional berupa bantuan senjata atau tenaga ahli. Hal ini dilakukan untuk
mempengaruhi negara-negara tersebut.
3.
Berdirinya Pakta Pertahanan
Guna mengatasi berbagai perbedaan yang ada dan kepentingan untuk dapat
berkuasa maka negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat mendirikan pakta
pertahanan yang dikenal dengan nama NATO (North
Atlantic Treaty Organization) atau Organisasi Pertahanan Atlantik Utara.
Sementara untuk mengimbangi kekuatan NATO pada tahun 1955 Uni Soviet mendirikan
pakta pertahanan yaitu Pakta Warsawa. Anggota Pakta Warsawa yaitu Uni Soviet,
Albania, Bulgaria, Cekoslowakia, Jerman Timur, Hongaria, Polandia, dan Rumania.
Berdirinya kedua pakta
tersebut menyebabkan muncul rasa saling curiga, ketidakpercayaan, dan
kesalahpahaman antara kedua blok baik blok barat maupun blok timur. Amerika
dituduh menjalankan politik imperialis untuk mempengaruhi dunia sementara Uni
Soviet dianggap melakukan perluasan hegemoni atas negara-negara demokrasi
melalui ideologi komunisme. Keadaan tersebut memicu ketegangan kian memuncak
sehingga muncullah persaingan senjata di antara kedua belah pihak.
Masing-masing pihak saling diliputi oleh suasana Perang Dingin yang bahkan
mengarah pada terjadinya Perang Dunia III.
2.2 Peran Amerika Serikat dalam Perang Dingin
Kebijakan politik Amerika Serikat dalam Perang
Dingin salah satunya adalah dengan menerapkan politik global untuk mencegah
meluasnya pengaruh komunisme yang digalakkan oleh Uni Soviet. Pencegahan
terhadap meluasnya pengaruh Uni Soviet menjadi kiebijakan Amerika Serikat yaitu
yang dikenal dengan Containment Policy, yaitu sebuah strategi politik luar negeri Amerika
Serikat untuk membendung kekuatan ekspansi komunisme Uni Soviet. Kebijakan itu
dikeluarkan oleh George Kennan, seorang diplomat Amerika pada tahun 1947, dan
menjadi sebuah panduan dalam kerangka politik luar negeri Amerika Serikat dalam
kurun waktu 1947-1987. Uni Soviet juga berusaha melancarkan ekspansi politik dan ideologis di
berbagai negara kawasan Eropa Timur dan Asia. Hal itu terlihat dari
bergabungnya negara-negara Eropa Timur dan Uni Soviet.
Strategi politik Containment Policy tersebut dikembangkan
melalui pemberian bantuan ekonomi dan militer kepada negara-negara yang sedang
bergejolak. Penerapan penting pertama doktrin pencegahan ini dilakukan di
wilayah timur Laut Tengah. Inggris selama ini telah membantu Yunani, dimana
kekuatan komunis mengancam kekuasaan monarki dalam perang saudara, dan di
Turki, dimana Uni Soviet mendesakkan konsesi teritorial dan hak untuk membangun
pangkalan militer di Bosporus. Pada tahun 1947 Inggris memberitahu AS bahwa
mereka tidak mampu lagi memberikan bantuan semacam itu. Dengan cepat Departemen
Luar Negeri AS membuat rencana bantuan,
yaitu:
1. Dibidang Ekonomi
Dalam upaya mewujudkan Contaiment
Policy tersebut, Amerika Serikat memanfaatkan keadaan dimana banyak negara
yang membutuhkan bantuan ekonomi untuk memperbaiki negaranya dengan menanamkan
pengaruhnya jika tidak maka negara-negara tersebut akan masuk dalam pengaruh
kekuasaan ideologi komunis Uni Soviet. Maka Amerika Serikat tampil sebagai negara kreditor bagi negara-negara
di luar pengaruh Uni Soviet. Dengan bantuan tersebut selanjutnya mampu membuat
kedudukan Amerika menjadi kuat sebab berhasil menciptakan ketergantungan negara
peminjam pada Amerika Serikat.
Amerika Serikat akhirnya mengeluarkan beberapa program untuk membangun
kembali perekonomian dunia, seperti:
a. Marshall Plan
Marshall Plan merupakan program untuk membantu perekonomian
negara-negara Eropa Barat. Program ini disetujui dalam konfrensi Paris tahun 1947 dan pemberian bantuan ini diakhiri pada tahun
1951. Sebuah negara dapat memperoleh bantuan ini dengan memenuhi kesepakatan
sebagai berikut:
1) Amerika Serikat akan
memberikan pinjaman jangka panjang kepada negara-negara Eropa Barat untuk
membangun kembali perekonomiannya.
2) Sebagai imbalan negara
peminjam diwajibkan:
a) Berusaha menstabilkan
keuangan masing-masing negara dan melaksanakan anggaran pendapatan yang
berimbang.
b) Mengurangi
penghalang-penghalang yang menghambat kelancaran perdagangan antara
negara-negara peminjam.
c) Mencegah terjadinya
inflasi.
d) Menempatkan perekonomian
negara masing-masing negara atas dasar sendi-sendi perekonomian yang sehat.
e) Memberikan bahan-bahan yang
diperlukan Amerika Serikat untuk kepentingan pertahanan.
f) Meningkatkan persenjataan
masing-masing negara untuk kepentingan pertahanan.
g) Bantuan akan dihentikan
apabila di negara peminjam terjadi pergantian kekuasaan yang mengakibatkan
negara tersebut melaksanakan paham komunis.
Dengan Marshall Plan maka
tertanamlah dasar-dasar terbentuknya kerjasama yang erat antara negara-negara
Eropa Barat dalam pembangunan perekonomiannya. Sejak tahun 1951 maka Amerika
Serikat lebih mengutamakan konsolidasi pertahanan terhadap kemungkinan
meluasnya paham komunis.
b. Doktrin
Truman
Doktrin Truman merupakan kebijakan untuk
membantu secara misalnya negara Yunani dan Turki dengan maksud membendung kedua
negara tersebut dari pengaruh komunis dan Uni Soviet serta memerangi
pemberontakan yang dilancarkan gerilyawan-gerilyawan komunis dalam negeri.
Tujuannya untuk mempertahankan Yunani dan Turki dari penetrasi komunis dan
menghambat jalur Uni Soviet menuju ke Selatan yang akan mengancam negara-negara
Barat. Sebab jika salah satu negara jatuh maka negar tetangga lainnya juga akan
jatuh sehingga semua negara akan jatuh kedalam pengaruh komunis.
c. Point Four Program
Point Four Program merupakan program bantuan dalam bentuk perlengkapan
ekonomi kepada negara-negara berkembang. Serta bantuan militer yang diberikan
pada negara-negara berkembang khususnya Asia.
d. Colombo Plan
Colombo Plan merupakan program kerjasama
bagi pembangunan ekonomi di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Program yang
dicetuskan di Colombo 1951 dengan peserta pertama negara-negara persemakmuran
Inggris yang selanjutnya diikuti Amerika Serikat, Jepang, dan beberapa negara
Asia Tenggara lainnya.
Pada tahun 1957 terbentuklah kerjasama dalam bidang perdagangan antara 7 negara Eropa Barat (Perancis, Italia, Jerman Barat, Belgia, Belanda, Luksemburg, dan Denmark) dengan nama Pasar Bersama Eropa (PBE) Inggris memprakarsai berdirinya daerah perdagangan bebas Eropa yang meliputi 5 negara (Inggris, Norwegia, Swedia, Swiss, dan Austria). Negara-negara di Eropa Timur yang tidak mendapatkan bantuan Marshall Plan karena berhaluan komunis sehingga dampaknya pembangunan ekonomi di Eropa Timur tidak secepat pembangunan ekonomi di Eropa Barat sebab seluruh aktivitas perekonomian diatur dan dikuasai oleh negara (berpusat pada pemerintah). Seluruh industri dimiliki dan dioperasikan oleh pemerintah, pertanian diatur menurut pola pertanian pemerintah dimana hanya sebagian kecil tanah pertanian yang boleh dimiliki secara pribadi. Negara-negara Eropa Timur membangun perekonomian dengan pola Uni Soviet dan prinsip ekonomi komunisme, yaitu melaksanakan pembangunan perekonomian jangka pendek yang dilanjutkan dengan program jangka panjang.
Pada tahun 1957 terbentuklah kerjasama dalam bidang perdagangan antara 7 negara Eropa Barat (Perancis, Italia, Jerman Barat, Belgia, Belanda, Luksemburg, dan Denmark) dengan nama Pasar Bersama Eropa (PBE) Inggris memprakarsai berdirinya daerah perdagangan bebas Eropa yang meliputi 5 negara (Inggris, Norwegia, Swedia, Swiss, dan Austria). Negara-negara di Eropa Timur yang tidak mendapatkan bantuan Marshall Plan karena berhaluan komunis sehingga dampaknya pembangunan ekonomi di Eropa Timur tidak secepat pembangunan ekonomi di Eropa Barat sebab seluruh aktivitas perekonomian diatur dan dikuasai oleh negara (berpusat pada pemerintah). Seluruh industri dimiliki dan dioperasikan oleh pemerintah, pertanian diatur menurut pola pertanian pemerintah dimana hanya sebagian kecil tanah pertanian yang boleh dimiliki secara pribadi. Negara-negara Eropa Timur membangun perekonomian dengan pola Uni Soviet dan prinsip ekonomi komunisme, yaitu melaksanakan pembangunan perekonomian jangka pendek yang dilanjutkan dengan program jangka panjang.
Perkembangan ekonomi negara yang berada di luar Eropa juga mengalami
kemerosotan sebab sistem perekonomian mereka sebelum Perang Dunia II terjadi
lebih banyak tergantung pada negara-negara Eropa yang memiliki jajahan di Asia,
Afrika, dan Amerika. Setelah Perang Dunia II hubungan antara negara-negara
Eropa dengan negara jajahan menjadi terputus. Negara-negara jajahan melepaskan diri dan menjadi
negara merdeka serta berusaha membangun perekonomiannya sendiri atau dengan
bantuan negara lain sehingga tidak dapat membangun perekonomiannya dengan
cepat. Negara-negara di luar Eropa
terjerat utang untuk membangun perekonomian sehingga perkembangan
perekonomiannya tidak secepat negara-negara Eropa Barat.
Jerman dan Jepang tumbuh kembali sebagai negara industri, setelah
memperoleh bantuan modal dari Amerika Serikat. Di bentuklah 2 badan ekonomi
dunia sebagai perwujudan perkembangan sistem ekonomi kapitalis yaitu IMF (International Monetary Fund) dan Bank
Dunia (World Bank). Tugas kedua badan tersebut adalah memberi dan
menyalurkan bantuan keuangan kepada negara agar dapat melakukan rekonstruksi
dan pembangunan ekonomi negaranya.
2. Dibidang Militer
Perebutan
pengaruh di bidang militer yang paling mencolok antara Amerika Serikat dengan
Uni Soviet adalah dalam pakta pertahanan. Dalam upaya mencegah
komunisme, Amerika Serikat membentuk pakta-pakta pertahanan, seperti:
1. Pakta NATO
Negara-negara Barat membentuk North
Atlantic Treaty Organization (NATO) pada 4 April 1949 sebagai suatu
organisasi pertahanan. Negara yang menjadi anggotanya yaitu Inggris,
Irlandia, Islandia, Norwegia, Denmark, Belgia, Belanda, Luxemburg, Perancis,
Portugal, Kanada, dan Amerika Serikat. Tujuannya untuk membendung komunis mulai
dari Eropa Utara sampai Turki dan Yunani. Pada mulanya markas NATO
berada di Paris, tetapi setelah Perancis keluar dari NATO, maka NATO didominasi
oleh Amerika Serikat. Walaupun Perancis tidak menjadi anggota Blok Timur,
tetapi hubungan Perancis dengan Uni Soviet dan RRC lebih baik dibandinkan
dengna negara-negara Barat lainnya.
2.
Pakta SEATO
Di Asia Tenggara dibentuk South
East Asia Treaty Organization (SEATO) tahun 1954, atas dasar South East
Asia Collective Defence Treaty. Anggotanya yang utama justru negara-negara Barat,
sedangkan negara-negara utama di Asia Tenggara seperti Indonesia tidak turut
serta. Pakta pertahanan tersebut ditujukan terhadap komunis Asia Tenggara,
khususnya di Vietnam. Pakta ini merupakan aliansi militer pimpinan AS
didirakan untuk membantu perlawanan terhadap ekspansi komunis di Asia Tenggara.
SEATO merupakan keseimbangan
tradisional
daripendekatan kekuasaan via aliansi eksternal untuk keamanan regional. Sebagai
salah satu organisasi yang berdiri di Asia Tenggara, negara-negara utama di
Asia Tenggara malah tidak diikutsertakan di SEATO, anggota-anggotanya yang
utama justru negara-negara Blok Barat yang dipimpin oleh AS.
3. Pakta ANZUS
ANZUS (Australia, New
Zealand, and United State), yaitu pakta pertahanan negara-negara Amerika
Serikat, Australia, dan Selandia Baru pada
tahun 1951. Pakta Anzus
adalah aliansi
militer yang mengikat antara Australia dan Selandia Baru dan, secara terpisah, Australia dan Amerika
Serikat
bekerjasama dalam hal pertahanan di daerah Samudra Pasifik, meskipun saat ini
perjanjian dipahami untuk menghubungkan serangan di daerah manapun.
2.3 Faktor-faktor yang menjadikan Amerika Serikat sebagai Pemimpin Blok Barat
Pada
akhir Perang Dunia II,
Amerika Serikat dan Uni Soviet
muncul sebagai dua kekuatan super. Menurut Matloff, Perang Dunia II merupakan
perubahan mendasar dalam keseimbangan kekuatan internasional, ketika sebuah
strategi koalisi demi kemenangan tidak memberi solusi asli atau besar apapun.
Sebagian besar Eropa telah dibagi oleh pendudukan Nazi
dan kedua kekuatan super ini bertugas untuk menciptakan
pemerintahan-pemerintahan baru di negara-negara Eropa. Telah disetujui bahwa
pemilihan umum bebas akan dilaksanakan, tetapi Uni Soviet tidak segera
melaksanakannya. Ketidakpatuhan Soviet dalam mengadakan pemilu bebas di
negara-negara Eropa bekas perang menciptakan hubungan yang menegang dengan
Amerika Serikat.
Amerika Serikat merupakan satu-satunya
negara yang memiliki kombinasi kemampuan militer, ekonomi, dan politik secara
utuh yang mampu mempengaruhi negara-negara lain di dunia, atau dengan kata
lain: memimpin dunia internasional. Di samping itu, Amerika Serikat juga
merupakan gudang ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak pernah berkembang dan
karena itu, turut mempengaruhi dinamika dunia secara menyeluruh. Selain tidak
ada satu negara manapun yang dapat menandinginya dalam kombinasi kekuatan yang
diperlukan itu, juga tak ada negara lain manapun yang mempunyai pengalaman
memimpin dunia selama setengah abad. Tak ada negara lain yang memiliki bobot
dan wibawa di kalangan negara-negara besar dunia. Berikut akan dijelaskan
mengenai tiga bidang yang menjadikan Amerika Serikat sebagai pemimpin Blok
Barat, yaitu:
1. Bidang Politik
Dalam konteks ini, kita dapat
berpijak pada dua fundamen pokok kekuatan politik Amerika Serikat sebagai negara adidaya di bidang
politik, yakni Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai badan dunia yang
bermarkas di Amerika
Serikat, dan hak veto sebagai anggota tetap
Dewan Keamanan PBB. Kedua hal ini sungguh merupakan senjata pamungkas politik Amerika Serikat bagi dunia internasional. Berbagai
fenomena telah menyadarkan kita, bahwa setiap kali muncul peristiwa yaitu politik dalam dunia internasional,
baik berskala local, regional,
maupun global, selalu menuntut partisipasi Amerika Serikat untuk
penyelesaiannya. Proses perdamaian Arab-Israel misalnya, tidak mungkin mencapai
tingkat yang memberi harapan seperti sekarang ini tanpa dorongan atau dukungan
yang kuat dari Amerika
Serikat. Tak ada gagasan strategis di dunia
yang dapat terlaksana tanpa bantuan atau persetujuannya.
PBB merupakan satu-satunya badan
yang mencakup semua negara di dunia, kelahirannya di tanah Amerika dan saham
yang besar dalam merumuskan cita-cita luhur dibentuknya badan itu. Dalam wadah
badan ini pula sistem politik internasional dapat dikembangkan. Dengan
sendirinya bagi Amerika
Serikat, badan dunia ini, ia menggunakan
pengaruhnya untuk mencapai tujuan-tujuannya.
2.
Bidang Ekonomi
Dalam bidang perekonomian dunia, Amerika Serikat mempunyai kedudukan yang strategis,
dan selalu menarik perhatian. Hal ini terjadi bukan saja karena Amerika Serikat merupakan negara dengan
perekonomian terbesar, tetapi juga karena selama ini Amerika Serikat selalu dianggap sebagai mesin
pertumbuhan (engine of growth)
ekonomi dunia, dan sebagai agen pembaharu (agent
of change).
Setiap
perubahan keadaan ekonomi negara itu senantiasa mempengaruhi ekonomi global
dalam segala dimensinya (positif atau negatif).Hal ini dapat dimaklumi karena
20% output dunia dihasilkan Amerika, dan karena pasar
Individualnya yang besar, serta
masyarakatnya yang berpendapatan per kapita tinggi. Di samping itu, Amerika
Serikat secara keseluruhan menyerap impor dunia sebesar 12% setiap tahun, suatu
jumlah yang belum tertandingi negara manapun di dunia. Karena itu, perubahan
keadaan ekonomi Amerika
Serikat mempunyai dampak global yang tidak
kecil.
Secara singkat dapat dikedepankan
bahwa kekayaan pokok Amerika untuk dapat mendominasi perekonomian dunia,
meliputi; budaya dan intelektualnya, yang mana keduanya adalah sumber daya
manusia bukan sumber daya fisik, dan sangat paten sebagai American style. Kemudian, dan yang paling pokok sebagai urat nadi
perekonomian adalah financial, baik dari segi jenis maupun jumlah, yakni jenis
mata uang yang digunakan dalam dunia perdagangan dan lainnya, adalah dollar
yang merupakan mata uang Amerika. Sedangkan jumlah kekayaan yang nyata Amerika Serikat, meliputi: Gross National Product/GNP (Penghasilan Tahunan Negara) sebesar
5,465 trilyun dollar.
3.
Bidang Militer atau Pertahanan Keamanan
Pasca perang dunia II, Amerika Serikat telah muncul sebagai negara
adidaya. Pasca perang dingin (1990-an), muncul lagi dengan istilah adidaya
tunggal dalam bidang militer. Baik dalam kapasitas kesendiriannya maupun dalam
kerangka NATO, perhatian Amerika Serikat akan masalah militer sangat besar.
Dalam masa perang dingin, Amerika Serikat berupaya mengajak Uni Soviet dalam
pertarungan berbiaya tinggi. Amerika Serikat akhirnya meruntuhkan Uni Soviet dengan strategi utama
mengajak Uni Soviet untuk bersaing dalam perlombaan senjata, sampai ekonominya
tidak sanggup lagi membiayainya. Kini, pasca keruntuhan Soviet, Amerika Serikat muncul sebagai satu-satunya negara
terkuat di dunia, yang dengan sendirinya bebas mengatur dan menentukan ritme
keamanan dunia.
Amerika Serikat telah merumuskan kembali suatu
haluan strategi pertahanan keamanannya untuk menghadapi situasi baru dunia.
Salah satu wujudnya terlihat pada upaya Amerika Serikat untuk memperluas wilayah pengaruhnya ke Eropa Timur
melalui perluasan keanggotaan NATO ke negara-negara bekas anggota Pakta
Warsawa. Selain upaya perluasan pengaruh, juga terus semakin memodernkan
persenjataan dan sistem pertahanannya, seperti sistem pertahanan anti-rudal
balistik taktis (ATBM). Kesemuanya ini ditempuh oleh Amerika Serikat bukan lantaran adanya ancaman yang
serius terhadap wilayah Amerika Serikat, akan tetapi bagian dari program untuk mempersenjatai
diri dengan serba teknologi canggih yang tidak lagi melibatkan unsur personil
yang banyak dalam mengelola sistem pertahanannya, tetapi akan dikendalikan
serba teknologi canggih, termasuk untuk wilayah-wilayah negara sekutu dan
sahabat-sahabatnya.
2.4 Bentuk perang dingin atau kejadian yang berhubungan dengan perang
dingin
Bentuk
perang dingin atau kejadian-kejadianyang erat hubungannya dengan perang dingin
yaitu Perang Vietnam, Perang Korea, Perang Soviet-Afganistan, Perang Sipil
Kamboja, Perang sipil Angola, Perang sipil Yunani, Krisis Kongo, Runtuhnya
Tembok Berlin, Revolusi Hongaria, Krisis Iran dan Krisis Misil Kuba.Dalam
pembahasan makalah ini Kami selaku penulis lebih memfokuskan atau lebih memilih mengupas salah satu contoh
pembahasan tentang hubungan AS dalam
Perang Vietnam yang terjadi pada tahun 1960-1970-an dan Hubungan
AS dengan perang Korea yang terjadi pada I950-an .
2.5 Berakhirnya
perang dingin dan munculnya Amerika Serikat sebagai negara Adidaya tunggal
Kedua negara
adikuasa akhirnya menyadari bahwa hubungan anatar keduanya sudah sanagat panas,
oleh karena itu mereka ingin mengurangi ketegangan yang ada sebelum akhirnya
menyebabkan perang terbuka yang diperkirakan akan menghancurkan seluruh dunia
dengan adanya Perang Dunia III.
Sehingga
sejak 1970-an hubungan antarnegara dunia mulai membaik dan ketegangan dalam
perang dingin mulai berkurang. Pengurangan
ketegangan terhadap pihak yangbertikai disebut Detente. Detente ditandai oleh
peristiwa sebagai berikut :
1. Isu Berlin
Barat dapat diselesaikan dalam meja perundingan tahun 1971.
- Inggris mulai bergabung dengan Masyarakat Ekonomi Eropa.
- Negara barat mulai menjalin hubungan diplomatik dengan RRC pada 1973.
- Terjadi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet dengan ditandatanganinya persetujuan SALT I (Strategic Arm Limited Task) dan SALT II atau pembatasan persenjataan strategis.
Pertumbuhan
ekonomi Uni Soviet tidak mengalami pertumbuhan sehingga ekonomi Uni Soviet
mengalami kemerosotan yang parah. Sebagai ideologi akhirnya komunisme mulai
mengalami kebangkrutan di berbagai belahan dunia sejak 1970an. Berawal dari
upaya Uni Soviet untuk mengalihkan energi mereka untuk menyelesaikan masalah
dalam negeri mereka. Adapun masalah yang muncul di Uni Soviet antara
lain :
a. ketidakpuasan
kelas menengah dan kelompok elit pemerintahan komunis sendiri,
- tekanan kelompok etnis non Rusia,
- korupsi yang timbul di kalangan birokrasi dan partai dalam pemerintahan,
- dana anggaran belanja yang defisit karena biaya pendudukan pasukan Uni Soviet di beberapa negara Eropa Timur,
- ketertinggalan teknologi dan peralatan industri sehingga kapasitas produksi makanan untuk mencukupi kebutuhan rakyatnya menurun.
Perang Dingin akhirnya dapat dikatakan berakhir, dan
dikarenakan oleh beberapa hal antara
lain:
1)
Sampai 1980, 11 % GNP Uni Soviet
dibelanjakan untuk kepentingan militer. Uni Soviet mengalokasikan dana
besar-besaran bagi negara yang berada dibawah kekuasaannya agar negara tersebut
tidak lepas dari kendalinya.
2)
Tahun 1980, harga minyak jatuh
sehingga keadaan ekonomi Uni Soviet yang tidak stabil benar-benar berhenti.
Padahal serbelumnya Uni Soviet sangat tergantung dengan ekspor minyaknya
sementara sejak 1980 minyak tidak mampu membiayai Perang Dingin.
3)
Muncul krisis kredibilitas atau kepercayaan
terhadap sistem komunisme.Dampaknya muncul pemikiran dari para cendekiawan yang
memahami pandangan barat sehingga mendorong munculnya keinginan seperti warga
negara di negara-negara non komunis.
Setelah
Pasca perang dingin maka Amerika serikat keluar sebagai penguasa atau negara adidaya tunggal yang
merajai dunia.Kini Amerika serikat menjadi negara super power di
panggung internasional. Amerika telah menyebarkan pengaruhnya ke seantero
penjuru dunia baik militer, politik maupun kebudayaannya.
1)
Militer
Amerika Serikat
Amerika
adalah kekuatan Ekonomi terbesar didunia,setelah runtuhnya Uni Soviet, Amerika
berdiri sendiri sebagai negara Adidaya di
dunia ini tanpa saingan, Amerika memiliki angkatan Laut dan Udara terkuat
dunia (secara jumlah), yaitu sebanyak 1,559 Angkatan Laut dan
sebanyak 18,169 Mesin perang angkatan udara. Amerika memiliki 1,3 Juta Personil
aktif dalam militer, Amerika juga negara pemroduksi senjata terbesar di dunia.
2)
Sebagai
Polisi Dunia
Ketika perang
dingin berlangsung selama 45 tahun maka disitu masih ada dua negara adidaya
yang saling berimbang kekuatannya. Akan tetapi sekarang setelah Uni Soviet
runtuh maka Amerika Serikatlah yang muncul sebagai kekuatan tunggal untuk
merajai dunia. PBB yang mana kala merupakan alat legitimasi nya turut mendukung
segala kebijakan pemerintah Amerika Serikat. Amerika Serikat Akan
senatiasa turut campur dalam setiap masalah sengketa diantara
negara-negra didunia. Dimana ada masalah sengketa maka secara cepat atau lambat
Amerika Serikat akan masuk dan mencoba untuk menengahinya. Walaupun pada garis
besarnya Amerika Sertikat sendiri juga mempunyai maksud dibalik itu
semua. Dengan kekuatan yang dimilikinya itulah yang digunakan oleh
amerika Serikat untuk terus mencoba mengamankan situasi keamanan negara-negara
didunia. Sebab jika kita lihat dari sejarah masa lalu, maka tentunya tak heran
apabila dari tinggalan-tinggaln kisah masa lampau tersebut memunculkan
bibit-bibit perbencian dan bahkan akan senantuasa balas dendam.
Amerika
serikat beraksi di Kosovo, Haiti,
Somalia dan Liberia, dan Perang Teluk Pertama terhadap Irak yang
menginvasi Kuwait. Selepas serangan teroris pada 11 September 2001 di World Trade Center dan Pentagon, AS
melancarkan serangan balasan terhadapAfganistan dan
menjatuhkan negara Taliban di sana dan pada tahun 2003 melancarkan Perang Teluk Kedua terhadap Irak
untuk menyingkirkan rezim Saddam Hussein. Disitulah peran Amerika Serikat
sebagai polosi dunia. Walaupun jika dilihat dari berbagai sudut pandang masyarakat
luas tidaklah sama, bahkan berpendapat bahwa amerika justru menjadikan masalah
atau persengketaan tambah runyam dan besar.
Adapun dalam hal tindakan, Secara garis besar maka tindakan
Amerika Serikat sebagai polisi dunia bisa disimpulkan
sebagai berikut :
1) Semakin
menguatkan kekuatan militernya baik didalam negerinya sendiri maupun pasukan
yang ditempatkan disetiap wilayah. Amerika Serikat akan memperkuat pasukan
dalam negerinya dan merambah keluar, dimana pasukan-pasukan yang dikirim kenegara-negara
sengketa merupakan angkatan yang sangat kuat dan penuh dengan segala amunisi.
2) Berupaya
untuk selau paling unggul dan menguatkan pengakuan di dunia internasional bahwa
Amerika serikat merupakan negara adidaya tunggal dan tidak ada tandingannya.
3) Akan
selalu turut campur dalam setiap sengketa dipelosok dunia ini,
apabila sengketa tersebut akan mengganggu eksisrensinya di kancah
internasional.
Misalnya : Perang Irak-Iran, Perang Israel-Palestina,
Revolusi Libya, Revolusi Tunisia, Revolusi Mesir, Pergolakan Libanon,
dan masih ada beberapa kasus lainnya didunia. Amerika Serikat bersama PBB
selalu masuk sebagai penengahnya dan berupaya menyelesaikan sengketa.
Amerika Serikat masuk hampir disemua
Benua, baik Asia, Eropa, Amerika, Afrika. Hanya saja disini secara jumlah
kebanyakan banyak persengketaan di Timur-Tengah
yang sejak dari dulu tak pernah padam sepeti Israel-Palestina ini.
4) Amerika
Serikat masuk dan memberi tawaran Solusi Penyelesaian terhadap negara yang
bersengketa dan barulah akan mengambil tindakan apabila jalur diplomasi sudah
tak dapat lagi ditempuh. Amerika tidak akan segan untuk mengirimkan militernya
dan menumpas negara yang dianggapnya sudah tidak lagi bisa ditoleran.
5) Segala
pemberontakan ataupun intervensi-intervensi yang kiranya membahayakan
pengaruhnya maka akan segera ditumapas oleh Amerika serikat. Kebijaksanaan ini
diambil karena pada akhir-akhir ini banyak teroris yang dari golongan umat
islam mencoba untuk meneror Amerika Serikat sebagai bentuk penolakan terhadap budaya
Amerika Serikat.
6) Sebenarnya secara komprehensip atau
menyeluruh maka Amerika Serikat tidak hanya mengandalkan dari segi militer
saja, akan tetapi juga perekonomiannya yang sangat maju dan merajai pasaran
duni juga politik yang didukung dibelakangnya yaitu PBB ( Perserikatan Bangsa-Bangsa) juga NATO.
7) Amerika Serikat dalam hal apapun baik
regional maupun internasional maka ia akan selalu mengambil keuntungan dan
selalu menjaga bagaimana eksistensinya sebagai negara super power ini bisa melekat dan
citra sebagai negara pelindung atau negara pengayomnegara-negara lain.
BAB 3. PENUTUP
3.1
SIMPULAN
Perang
Dingin adalah sebutan bagi suatu periode terjadinya
ketegangan politik
dan militer
antara Dunia Barat,
yang dipimpin oleh Amerika Serikat
dan sekutu NATO-nya,
dengan Dunia Komunis,
yang dipimpin oleh Uni Soviet
beserta sekutu negara-negara
satelitnya. Peristiwa ini dimulai setelah
keberhasilan Sekutu
dalam mengalahkan Jerman Nazi
di Perang Dunia II,
yang kemudian menyisakan Amerika Serikat dan Uni Soviet sebagai dua negara
adidaya di dunia dengan perbedaan
ideologi, ekonomi, dan militer yang besar. Uni Soviet, bersama dengan
negara-negara di Eropa Timur yang didudukinya, membentuk Blok Timur.
Kebijakan politik Amerika Serikat dalam Perang Dingin salah satunya
adalah dengan menerapkan politik global untuk mencegah meluasnya pengaruh
komunisme yang digalakkan oleh Uni Soviet. Pencegahan terhadap meluasnya
pengaruh Uni Soviet menjadi kiebijakan Amerika Serikat yaitu yang dikenal
dengan Containment Policy, yaitu sebuah strategi
politik luar negeri Amerika Serikat untuk membendung kekuatan ekspansi
komunisme Uni Soviet.
Amerika Serikat merupakan
satu-satunya negara yang memiliki kombinasi kemampuan militer, ekonomi, dan
politik secara utuh yang mampu mempengaruhi negara-negara lain di dunia, atau
dengan kata lain: memimpin dunia internasional. Di samping itu, Amerika Serikat
juga merupakan gudang ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak pernah
berkembang dan karena itu, turut mempengaruhi dinamika dunia secara menyeluruh.
Selain tidak ada satu negara manapun yang dapat menandinginya dalam kombinasi
kekuatan yang diperlukan itu, juga tak ada negara lain manapun yang mempunyai
pengalaman memimpin dunia selama setengah abad. Tak ada negara lain yang
memiliki bobot dan wibawa di kalangan negara-negara besar dunia.
Setelah
Pasca perang dingin maka Amerika serikat keluar sebagai penguasa atau negara adidaya tunggal yang
merajai dunia.Kini Amerika serikat menjadi negara super power di
panggung internasional. Amerika telah menyebarkan pengaruhnya ke seantero
penjuru dunia baik militer, politik maupun kebudayaannya.
DAFTAR PUSTAKA
Lumumba, Patrice. 2009. Amerika Serikat dan Dunia Internasional Abad
XXI. Tersedia di: http://alamsemesta.wordpress.com/Amerika-Serikat-dan-Dunia-Internasional-Abad-XXI.html
(Diakses pada tanggal 03 April 2014).
file.upi.edu/Direktori/...Amerika/BAB_X.Bangsa_Amerika.pdf.
Matloff, Maurice. Makers of Modern Strategy. Ed. Peter
Paret. Princeton: Princeton.
United State
Information Science, tanpa tahun, Garis Besar
Sejarah Amerika.
Wikipedia.
2009. Blok Barat. Tersedia di: http://id.wikipedia.com/blok-barat.html (Diakses pada tanggal 03 April 2014)
Wikipedia.
2009. Perang Dingin. Tersedia di: http://id.wikipedia.com/perang-dingin.html (Diakses pada tanggal 03 April 2014)






0 komentar:
Posting Komentar